Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Reasurasi Syariah Indonesia (ReIndo Syariah) menyampaikan terdapat sejumlah peran reasuransi dalam mendukung kapasitas dan keberlanjutan industri asuransi umum syariah. Direktur Utama ReIndo Syariah, Tati Febriyanti mengatakan salah satu perannya adalah memperbesar kapasitas penutupan risiko asuransi syariah.
"Selain itu, peran reasuransi juga memastikan bahwa industri asuransi umum syariah memiliki kapasitas yang cukup besar, terutama untuk menjamin proyek yang besar dan kompleks," ungkapnya saat menghadiri acara di kawasan Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Tati mengatakan reasuransi juga memiliki peran sebagai volatility stabilizer bagi industri asuransi umum syariah, terutama untuk menyerap lonjakan klaim besar dan risiko katatropik. Dia menyebut salah satu contohnya adalah bencana banjir di Sumatra yang menjadi tantangan bagi industri.
Baca Juga: OJK Sebut Industri Reasuransi Masih Berpeluang Perkuat Ekuitas Secara Organik
Reasuransi juga memiliki peran mendukung pertumbuhan industri yang prudent dan berjangka panjang, serta dapat menjadi shock absorber industri.
"Intinya, reasuransi itu berperan menjadi akar bisnisnya perusahaan asuransi untuk memastikan kapasitasnya besar, risikonya bisa di-back up, serta bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional," tuturnya.
Tati mengatakan reasuransi juga memiliki retrosesi. Adapun retrosesi adalah pelimpahan risiko asuransi dari satu perusahaan reasuransi (reasuradur) ke perusahaan reasuransi lain. Dengan demikian, risiko dapat dikendalikan dengan baik.
Baca Juga: Peluang Pertumbuhan Organik Reasuransi Terbuka Lebar
Oleh karena itu, ketika industri asuransi memiliki back-up dari reasuransi, Taty meyakini pertumbuhan industri asuransi umum syariah bisa didukung dengan baik.
Sebagai informasi, berdasarkan data Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) per November 2025, reasuransi syariah mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 859 miliar. Adapun aset yang dibukukan mencapai Rp 2,9 trilun dan total investasinya sebesar Rp 2,48 triliun.
Baca Juga: Ini Sejumlah Peluang yang Bisa Dioptimalkan Reasuransi untuk Tingkatkan Ekuitas
Selanjutnya: KEK Kendal Dorong Realisasi Investasi Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah Sepanjang 2025
Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 26-29 Januari 2026, Jambu Crystal-Bawang Merah Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













