kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45740,00   -14,18   -1.88%
  • EMAS1.002.000 -0,50%
  • RD.SAHAM -1.08%
  • RD.CAMPURAN -0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Restrukturisasi bikin bank tahan ekspansi, target pertumbuhan kredit 4% sulit dicapai


Kamis, 06 Agustus 2020 / 04:00 WIB
Restrukturisasi bikin bank tahan ekspansi, target pertumbuhan kredit 4% sulit dicapai

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengubah proyeksi pertumbuhan kredit perbankan lebih optimistis dari 1%-2% menjadi 3%-4%. Maraknya stimulus yang diberikan pemerintah untuk ekspansi kredit jadi alasannya. 

Sayangnya, analis dan ekonom menilai target tersebut sejatinya sulit dicapai. Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma target tersebut cukup sulit direalisasikan.

“Cukup sulit untuk mencapai pertumbuhan 4%, sampai Juni saja pertumbuhan kredit baru 1,4%. Belum lagi karena banyak restrukturisasi kredit, bank akan menahan ekspansi,” katanya kepada Kontan.co.id Rabu (5/8).

Baca Juga: Ekonom dan analis menilai target pertumbuhan kredit 4% sulit dicapai, apa alasannya?

Hingga semester I-2020, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 1,49%, makin menurun dibandingkan kuartal I-2020 lalu dengan pertumbuhan 2,27%.

Meski demikian, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso bilang memasuki kuartal III-2020 pertumbuhan kredit kembali meningkat akibat sejumlah stimulus yang diberikan pemerintah. 

Terutama terkait penempatan dana kepada bank pelat merah dan bank daerah, termasuk soal penjaminan kredit UMKM maupun korporasi yang ditanggung pemerintah. 

Sebagai informasi, pemerintah telah menempatkan dana Rp 30 triliun kepada empat bank Himbara, yang hingga 22 Juli 2020, dana tersebut telah disalurkan sebagai kredit senilai Rp 43,5 triliun. Pekan lalu tujuh bank daerah dapat juga ditempatkan dana serupa dengan nilai Rp 11,5 triliun. 

“Penjaminan kredit membuat sektor riil kembali bergairah awal semester kedua. Hingga 22 Juli 2020 pertumbuhan kredit telah tumbuh 2,27%, semoga tren positif ini bisa berlanjut dengan berbagai rencana perbankan untuk menyalurkan kredit dengan memanfaatkan stimulus dari pemerintah,” kata Wimboh dalam dalam konferensi pers KSSK, Rabu (5/8).

Sementara Ekonom Indef Bhima Yudhistira memproyeksikan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun bahkan bisa negatif. Alasannya kontraksi pertumbuhan ekonomi -5,2% pada kuartal II-2020 bakal membuat perbankan makin hati-hati menyalurkan kredit. 

Baca Juga: Perbankan optimistis target pertumbuhan kredit 4% bisa dicapai, disokong bank BUMN

Selain itu kontribusi industri jasa keuangan terhadap PDB nasional yang menurun disebut Bhima uga menjadi alasannya. Sehingga pertumbuhan kredit hingga 4% pun sejatinya belum mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional

“Kontribusi industri jasa keuangan termasuk perbankan terhadap PDB pada kuartal II-2020 sebesar 4,4%, ini menurun dibandingkan kuartal I-2020 sebesar 4,7%. Ada kontribusi yang menurun dari industri keuangan kepada perekonomian,” kata Bhima.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×