kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.915   60,00   0,34%
  • IDX 6.338   -46,78   -0,73%
  • KOMPAS100 828   -6,82   -0,82%
  • LQ45 630   -3,89   -0,61%
  • ISSI 220   -2,16   -0,97%
  • IDX30 350   -2,72   -0,77%
  • IDXHIDIV20 437   -2,98   -0,68%
  • IDX80 94   -0,68   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,47%
  • IDXQ30 113   -0,76   -0,67%

Restrukturisasi melandai, bank syariah siap ekspansi


Selasa, 28 Juli 2020 / 21:36 WIB
ILUSTRASI. Petugas teller melayani nasabah di KCP Bintaro BNI Syariah Tangerang Selatan, Senin (13/. Penyaluran pembiayaan PT Bank BNI Syariah masih mencatatkan pertumbuhan, di tengah kinerja BUKU III yang mencatatkan minus 0,57 persen per Mei 2020 secara tahunan. B


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

“UMKM, dan konsumer menurut saya jadi sektor yang paling berdampak. Sehingga segmen komersial menjadi salah satu segmen yang masih memiliki peluang. Kami pun akan tetap ekspansi di segmen komersial, di sektor infrastruktur, kelistrikan, jalan,” sambung John.

Yang menarik, John bilang sumber ekspansi tidak akan berasal dari dana pihak ketiga (DPK) perseroan, sebab terjadi sedikit penurunan DPK selama 2020. Meskipun secara tahunan masih tercatat pertumbuhan 7,46% (yoy) menjadi Rp 6,05 triliun.

John bilang sumber dana buat ekspansi akan berasal dari setoran modal induk perseroan yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 1 triliun tahun lalu. Suntikan modal BCA ini pula yang bikin capital adequacy ratio (CAR) perseroan sangat tebal sebesar 38,45% per Juni 2020.

“Kami tidak akan terlalu mengandalkan DPK untuk ekspansi, karena masih ada modal dari induk tahun lalu. Di sisi lain, kami juga ingin menekan komposisi deposito, karena rasio CASA kami cukup kecil sebesar 25%,” sambungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×