kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Risiko Kredit Macet Perbankan Berpotensi Naik Pasca Lebaran


Jumat, 04 April 2025 / 06:23 WIB
Risiko Kredit Macet Perbankan Berpotensi Naik Pasca Lebaran
ILUSTRASI. Potensi memburuknya kualitas kredit terbuka lebar pasca libur panjang lebaran, khususnya di segmen ritel. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/25/07/2024


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Potensi memburuknya kualitas kredit terbuka lebar pasca libur panjang lebaran, khususnya di segmen ritel. Tak bisa dipungkiri, libur panjang dapat mengakibatkan banyaknya pengeluaran di kalangan masyarakat.

Jika mengacu pada data-data Bank Indonesia (BI), pemburukan kualitas kredit sejatinya sudah muncul sejak awal tahun. Hal ini tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) yang meningkat terutama di kredit-kredit rumah tangga.

Ambil contoh, NPL kredit perbankan di sektor rumah tangga tercatat terus meningkat sejak Desember 2024 yang masih berada di level 2,02%. Di mana, NPL per Januari 2025 naik menjadi 2,17% dan bulan berikutnya naik lagi jadi 2,22%.

Baca Juga: Lebaran Usai, NPL Kredit Konsumsi Berpotensi Naik

Adapun, NPL terbesar tercatat untuk kredit KPR rumah tangga yang berada di level 2,94% per Februari 2025. NPL tersebut naik tipis dari bulan sebelumnya yang ada di level 2,84%.

Tak hanya itu, kredit multiguna juga mengalami kenaikan di Februari 2025 menjadi 1,55%. Bulan sebelumnya, NPL untuk kredit segmen itu berada di level 1,53%.

Direktur Kepatuhan Bank Oke Efdinal Alamsyah membenarkan terdapat potensi peningkatan risiko kredit macet  pada kredit ritel. 

Alasannya, meningkatnya pengeluaran masyarakat selama Lebaran dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam memenuhi kewajiban cicilan kredit. 

Secara historis, efdinal bilang data menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan melalui pinjaman online dan layanan buy now pay later (BNPL) cenderung meningkat menjelang Lebaran, yang kemudian diikuti oleh potensi kenaikan kredit macet dalam dua hingga tiga bulan setelahnya.

Efdinal menambahkan pihaknya telah mengantisipasi potensi kenaikan NPL pasca Lebaran dengan menerapkan berbagai strategi mitigasi risiko. Salah satunya menghindari konsentrasi kredit pada sektor tertentu untuk mengurangi risiko gagal bayar.

“Kalau untuk ritel kita ada segmen payroll, segmen paylater dengan bekerjasama dengan  marketplace, dan KTA umum. Itu yang paling tinggi NPL nya dan yang ini yang kita kurangi,” ujar Efdinal, belum lama ini.

Efdinal mencatat NPL kredit ritel Bank Oke per akhir Februari berada di level 2,15%. Sementara, jika portofolio kredit kepada institusi keuangan bank diperhitungkan gross NPL Bank Oke per akhir Februari ada di level 2,10%.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan juga bilang pihaknya turut melakukan monitor ketat dalam kondisi ekonomi saat ini. Di mana, potensi kenaikan NPL di industri sangat mungkin terjadi.

“Bukan hanya karena default oleh nasabah tetapi juga karena balances yang relatif tidak tumbuh,” ujar Lani.

Lani mencontohkan apa yang terjadi di CIMB Niaga ketika saat ini kredit segmen ritel relatif tidak tumbuh. Alhasil, secara rasio NPL bisa berpengaruh negatif.

“Kami waspada di seluruh segmen. Walaupun saat ini semua segmen terkontrol baik dengan NPL di level 1,8%, “ tambah Lani.

Baca Juga: NPL KPR Meningkat, BCA dan BTN Perketat Strategi Mitigasi Risiko

Sependapat, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn bilang pihaknya melakukan monitoring risiko konsentrasi kredit termasuk penggunaan limit kredit dan kualitas portofolionya.

Ditambah, pihaknya juga melakukan evaluasi sektor industri dengan pertimbangan prospek atau kinerja usaha dan penetapan limit untuk pembiayaan tertentu yang disesuaikan dengan tingkat risiko. 

“BCA senantiasa mencermati perkembangan perekonomian dan pola konsumsi setelah periode Lebaran guna memastikan pertumbuhan kredit berkelanjutan yang berkualitas,” tandasnya.

Selanjutnya: Syarat & Cara Pengajuan KUR BRI April 2025, Untuk Tambah Modal Usai Lebaran

Menarik Dibaca: Harga HP Samsung Galaxy S25 Ultra & Samsung A06 5G April 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×