kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Rumor Akuisisi BCA Menyebar, Bank Swasta Besar Penting Jaga Persaingan Perbankan


Minggu, 27 September 2026 / 20:30 WIB
Rumor Akuisisi BCA Menyebar, Bank Swasta Besar Penting Jaga Persaingan Perbankan
ILUSTRASI. Teller melayani nasabah yang menabung di Bank BCA (KONTAN/Baihaki). Keberadaan bank swasta berskala besar dinilai penting untuk menjaga persaingan di industri perbankan Indonesia.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keberadaan bank swasta berskala besar dinilai penting untuk menjaga persaingan di industri perbankan Indonesia.

Persaingan antara bank swasta dan bank BUMN dinilai dapat mendorong inovasi, efisiensi, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat.

Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, sistem perbankan Indonesia selama ini ditopang oleh dua pilar besar, yakni bank milik negara dan bank swasta.

Keseimbangan di antara keduanya penting agar pasar tidak bergantung pada satu jenis pelaku.

Baca Juga: Bank Swasta Siap Tebar Dividen Jumbo, Ini Daftar dan Prospeknya

“Bank swasta besar dengan struktur kepemilikan yang beragam punya peran strategis bagi industri perbankan kita. Sistem perbankan Indonesia selama ini ditopang oleh dua pilar besar, yakni bank milik negara dan bank swasta, dan keseimbangan di antara keduanya membuat pasar tidak bergantung pada satu jenis pelaku saja,” kata Yusuf, Sabtu (26/9/2026).

Yusuf berpandangan, bank swasta besar dengan basis pemegang saham yang beragam, termasuk investor publik, juga terdorong menjalankan tata kelola secara disiplin karena diawasi regulator, pasar, dan pemegang saham minoritas.

Keberadaan bank swasta besar juga dapat menjadi pembanding bagi bank lain, termasuk bank BUMN, sehingga mendorong peningkatan standar layanan dan investasi teknologi.

Dari sisi masyarakat, persaingan t ersebut memberikan lebih banyak pilihan produk perbankan, mulai dari tabungan, kredit hingga layanan transaksi.“Sehingga nasabah punya daya tawar dan bisa berpindah ketika layanan tidak memuaskan,” sebutnya.

Meski demikian, Yusuf menekankan bahwa keberagaman kepemilikan bukan jaminan otomatis sebuah bank sehat.

Tata kelola, manajemen risiko, kecukupan modal, pengawasan regulator, serta persaingan yang terbuka tetap diperlukan untuk memastikan industri berkembang secara sehat.

Baca Juga: Bank Swasta Tebar Dividen Jumbo, Mana yang Paling Menarik?

Dorong Efisiensi

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin memandang, bank swasta berskala besar juga berperan dalam mendorong inovasi dan efisiensi industri perbankan.

“Bank swasta skala besar memegang peran penting bagi ekonomi Indonesia. Ia membawa inovasi dan mendorong efisiensi industri yang belum tentu didapatkan dari bank-bank BUMN,” kata Wijayanto.

Menurut Wijayanto, masih terdapat ruang untuk meningkatkan efisiensi industri perbankan Indonesia. Ia menyoroti NIM perbankan Indonesia berada di sekitar 4,5% dan BOPO sekitar 70%.

Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara ASEAN, seperti Malaysia dengan NIM sekitar 2% dan BOPO 45%, Thailand sekitar 2,5% dan 50%, serta Vietnam sekitar 3% dan 35%.

“Inefisiensi ini perlu dikurangi agar sektor riil bisa bertumbuh dengan lebih cepat dan mendorong persaingan sehat antarbank merupakan syarat utama,” ujarnya.

Baca Juga: Beda Strategi Bank Swasta dan Himbara Menghadapi Tingginya Cost of Fund

Menurutnya, konsolidasi bank-bank kecil juga perlu dilakukan secara paralel untuk meningkatkan efisiensi industri. Di sisi lain, konsentrasi kontrol perbankan pada kelompok tertentu perlu dihindari agar mekanisme persaingan tetap terjaga.

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menambahkan, keberadaan bank swasta besar dengan kepemilikan beragam dapat menjadi penyeimbang terhadap dominasi kelompok bank tertentu sekaligus memperkuat persaingan di pasar.

Menurut Syafruddin, skala besar memungkinkan bank membiayai korporasi, infrastruktur, perdagangan hingga investasi digital. Sementara kepemilikan yang lebih tersebar dapat memperkuat disiplin tata kelola apabila disertai transparansi dan pengawasan yang memadai.

“Bank swasta besar yang berkembang mandiri memberi manfaat ketika pertumbuhannya berasal dari produktivitas, inovasi, kualitas layanan, dan kemampuan mengelola risiko, bukan dari akses istimewa terhadap regulasi atau sumber daya,” ujar Syafruddin.

Bagi masyarakat, persaingan tersebut pada akhirnya memperluas pilihan produk tabungan, kredit, dan layanan transaksi. Sementara bagi dunia usaha, keberadaan lebih dari satu kelompok bank besar memberikan alternatif sumber pembiayaan dan mengurangi ketergantungan pada satu kelompok perbankan.

Baca Juga: DHE SDA Parkir di Himbara, Bank Swasta Atur Ulang Strategi Perputaran Valas

“Efek lanjutannya penting. Kompetisi mendorong efisiensi, efisiensi menekan biaya intermediasi, biaya intermediasi yang lebih rendah memperbesar investasi dan memperkuat transmisi kebijakan moneter,” kata Syafruddin.

Pandangan ini muncul di tengah beredarnya rumor mengenai rencana pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam untuk mengakuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA di media sosial.

Manajemen BCA telah membantah kabar tersebut. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menegaskan bahwa informasi mengenai adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA tidak benar.

“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” ujar Hera, Jumat (25/9).

Baca Juga: Deposito Bank Swasta Susut di Era Suku Bunga Tinggi, Punya Himbara Masih Merekah

BCA juga mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai perseroan melalui sumber resmi perusahaan maupun media yang kredibel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×