kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Rupiah bertengger di Rp 15.000, ini efek ke perbankan menurut Bank Mandiri


Rabu, 17 Oktober 2018 / 20:06 WIB
ILUSTRASI. Paparan Kinerja Bank Mandiri


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) masih bertengger di atas Rp 15.000. Hal ini tentunya akan berefek ke perbankan terutama kepada debitur bank yang berorientasi impor.

Panji Irawan, Direktur Keuangan Bank Mandiri mengatakan di Bank Mandiri, pelemahan rupiah tidak terlalu berefek ke kinerja.

“Kenaikan rupiah tidak banyak pengaruhnya ke kinerja Bank Mandiri,” kata Panji dalam paparan kinerja, Rabu (17/10). 

Namun memang Panji bilang ada potensi melemahnya rupiah bisa berefek ke pasar.

Secara umum, outstanding kredit valas Bank Mandiri sebesar 15% dari total kredit.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto mengatakan saat ini bank sudah melakukan natural hedging dalam bentuk currency swap.

“Jadi dampak pelemahan rupiah tidak akan seburuk ketika krisis 1998,” kata Sulaiman dalam kesempatan yang sama.

Sampai saat ini, menurut Sulaiman, Bank Mandiri lebih memberikan dollar AS ke pasar dibandingkan menyerap dollar. Hal ini karena nasabah Bank Mandiri mayoritas adalah beroritentasi ekspor dibanding impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×