kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Saham Big Banks Mulai Menguat, Simak Saham Rekomendasi Analis


Senin, 10 Agustus 2026 / 05:22 WIB
Diperbarui Senin, 10 Agustus 2026 / 05:35 WIB
Saham Big Banks Mulai Menguat, Simak Saham Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di salah satu ATM bank Himabara (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aura Putri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi pasar besar mulai terlihat menarik setelah mencatat penguatan pada perdagangan Jumat (7/8/2026).

Valuasi yang relatif murah secara historis dan kinerja semester I-2026 yang masih tumbuh menjadi katalis bagi saham BBNI, BBRI, BMRI, dan BBCA.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai saham bank besar saat ini sudah berada pada level valuasi yang menarik untuk investor jangka panjang.

"Valuasi saham bank besar relatif murah secara historis," ujar Nafan, Minggu (9/8/2026).

Pada perdagangan Jumat, BBRI memimpin penguatan dengan naik 2,96% ke Rp 3.130. Saham BBRI juga mencatat net buy asing Rp 506,8 miliar.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Fluktuatif di Awal Pekan, Simak Saham Rekomendasi Analis

BBNI naik 0,28% ke Rp 3.630, dengan net buy asing Rp 13,24 miliar. Dalam sepekan, saham BBNI menguat 2,83%. BMRI naik 0,95% ke Rp 4.240, sedangkan BBCA menguat 0,39% ke Rp 6.375.

Dari sisi fundamental, kinerja bank besar masih menjadi penopang. Laba bersih BMRI pada semester I-2026 tumbuh 24,4% menjadi Rp 30,4 triliun. Laba BBNI naik 6,6% menjadi Rp 10,75 triliun, sedangkan BBCA tumbuh 1,8% menjadi Rp 29,5 triliun.

Samuel Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi beli untuk BMRI, BBCA, dan BBNI dengan target harga masing-masing Rp 5.800, Rp 7.150, dan Rp 4.700.

 

BMRI menjadi pilihan utama Samuel Sekuritas. Saham ini memiliki valuasi sekitar 1,2 kali price to book value (PBV) berdasarkan target 2026. Prospeknya didukung pertumbuhan kredit 19% pada semester I-2026, kenaikan laba 24,4%, serta rasio NPL yang masih terjaga di 1%.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Rebound pada Kamis (5/3), Simak Saham Rekomendasi Analis

Pertumbuhan recurring fee 24%, jumlah pengguna Livin' yang mencapai 40,9 juta, serta potensi dividend yield sekitar 9% juga menjadi daya tarik BMRI.

Untuk BBCA, Samuel Sekuritas memperkirakan net interest margin (NIM) membaik menjadi 5,5%-5,9% pada semester II-2026. Perbaikan NIM diperkirakan ditopang pertumbuhan kredit baru, pemulihan imbal hasil kredit korporasi, dan kenaikan yield SRBI.

Sementara itu, BBNI masih menghadapi tekanan NIM. Manajemen bahkan memangkas target NIM menjadi 3,3%-3,5%. Namun, pertumbuhan kredit yang kuat membuat saham ini tetap direkomendasikan beli.

Kredit BBNI pada semester I-2026 tumbuh 24,4% menjadi Rp 969 triliun. Laba bersih naik 6,6% menjadi sekitar Rp 10,8 triliun, dengan rasio NPL sebesar 1,9%.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Sideways pada Jumat (13/3), Simak Saham Rekomendasi Analis

Nafan juga melihat prospek BBNI dari pergeseran ekspansi kredit ke debitur korporasi swasta dan BUMN tier-1 yang berpotensi menekan kebutuhan pencadangan. Penguatan aplikasi Wondr dan BNI Direct juga berpeluang meningkatkan dana murah.

Dengan valuasi yang relatif rendah dan fundamental yang masih tumbuh, saham bank besar dinilai mulai menawarkan ruang akumulasi, terutama bagi investor yang membidik potensi kenaikan dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×