kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Tawarkan Obligasi Keberlanjutan Rp 1 Triliun


Selasa, 24 Juni 2025 / 13:16 WIB
Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Tawarkan Obligasi Keberlanjutan Rp 1 Triliun
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Reynaldi Hermansjah dan Direktur Operasional dan Keuangan Aradita Priyanti memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (23/6/2025). SMI meluncurkan Sustainable Funding Framework atau Kerangka Pendanaan Berkelanjutan yang memperluas akses ke pendanaan tematik yang menjadi dasar bagi penerbitan berbagai instrumen keuangan berkelanjutan, seperti Obligasi Keberlanjutan I yang sedang dalam proses penerbitan. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan yang bergerak di bidang pembangunan infrastruktur, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Keberlanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap I Tahun 2025 dengan target penerbitan Rp 1 triliun.

Obligasi ini diterbitkan dalam tiga seri. Seri A ditawarkan dengan kupon 6,15%-6,50% dengan tenor 370 hari kalender.

Kemudian Seri B ditawarkan dengan kupon 6,25%-6,75% dengan tenor 3 tahun. Terakhir yakni seri C ditawarkan dengan kupon 6,25%-6,80% dengan tenor 5 tahun.

Baca Juga: PT SMI Kucurkan Dana Rp 735,7 Miliar untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Air Minum

Adapun seri ini merupakan bagian dari Obligasi Keberlanjutan I Sarana Multi Infrastruktur dengan total nilai yang ditargetkan bisa mencapai Rp 12 triliun.

Direktur PT SMI, Reynaldi Hermansjah menjelaskan bahwa seluruh dana hasil penawaran umum obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan digunakan untuk pembiayaan (financing) atas pembiayaan ulang (refinancing) atas kegiatan yang termasuk dalam kriteria KUBL dan KUBS (Efek bersifat utang keberlanjutan). 

Baca Juga: Akuisisi Tambang di Australia, Bumi Resources (BUMI) Bakal Terbitkan Obligasi

Ia juga mengatakan obligasi ini telah memperoleh peringat idAAA dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

"Seluruh dana yang diterima akan digunakan untuk pembiayaan atau pembiayaan kembali proyek-proyek yang memenuhi syarat," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (25/6).

Lebih lanjut, melalui penerbitan obligasi keberlanjutan dan implementasi Sustainable Funding Framework, dana yang dihimpun juga akan disalurkan ke sektor-sektor prioritas.

Di antaranya adalah sektor-sektor green projects, social projetcs, blue projects, dan orange projects, yang terdiri dari energi terbarukan, infrastruktur dasar, transportasi ramah lingkungan, hingga pemberdayaan kelompok rentan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×