Reporter: Riset Kontan, SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan
2. Mizuho Financial Group dan Sumitomo Mitsui Finansial Group
Setelah Bank Mandiri gagal mengakuisi Bank Permata, Mizuho Financial Group dan Sumitomo Mitsui Finansial Group disebut-sebut berminat membeli bank yang berdiri 1954 silam itu.
Sumber Kontan.co.id menyebutkan, Sumitomo Mitsui membidik seluruh kepemilikan ASII dan SCB. Sedangkan Mizuho Finansial cuma akan mengambil saham milik Standard Chartered.
Baca Juga: Sejarah Bank Pemata, bermula dari sebuah ruangan kecil di daerah Kota
Soalnya, Mizuho Finansial ingin Grup Astra tetap memiliki bisnis di sektor perbankan. Apalagi, kabarnya Bank Permata juga telah menjadi bank pengelola gaji karyawan (payroll) Bank Mizuho Indonesia.
Mizuho Financial saat ini mengempit 99% kepemilikan Bank Mizuho Indonesia. Sementara Sumitomo Mitsui menguasai 97,24% saham PT Bank BTPN Tbk setelah melebur dengan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia awal 2019 lalu.
3. Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC)
Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC) sempat menyatakan minat pada tahap awal proses penjualan Bank Permata. Tapi akhirnya, mereka urung mengajukan penawaran saham milik SCB.
Baca Juga: Bank Permata, hasil penggabungan lima bank
Menurut sumber Bloomberg yang mengetahui masalah tersebut, setelah melakukan due dilligence atau uji tuntas, bank asal Singapura ini menyimpulkan, Bank Permata tidak masuk kriteria mereka.