kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Sejumlah Perusahaan Multifinance Pasang Target Pertumbuhan Penyaluran Pembiayaan


Minggu, 29 Desember 2024 / 19:59 WIB
Sejumlah Perusahaan Multifinance Pasang Target Pertumbuhan Penyaluran Pembiayaan
ILUSTRASI. Piutang Multifinance: Pelayanan nasabah di PT. PT. WOM Finance, Tangerang Selatan, Selasa (1/10). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance sebesar Rp 499,29 triliun pada Agustus 2024. KONTAN/Baihaki/1/10/2024


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Yudho Winarto

Menurut Gani, rencana kenaikan PPN 12% serta diberlakukannya pajak obsen di tahun depan memang berpotensi meningkatkan harga kendaraan, sehingga dapat mempengaruhi minat masyarakat untuk membeli kendaraan baru.

Kendati demikian, Adira Finance tetap berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan sektor otomotif, baik untuk pembiayaan kendaraan baru maupun kendaraan bekas. Di sisi lain, Adira Finance juga melakukan diversifikasi produk seperti mengembangkan produk non otomotif, seperti produk solusi dana (multiguna) untuk memenuhi kebutuhan finansial konsumen. 

Baca Juga: WOM Finance Targetkan Pertumbuhan Pembiayaan 10% pada 2025

"Ke depannya kami akan terus menggali peluang dari segmen otomotif (baik baru maupun bekas) dan segmen non otomotif guna memberikan solusi terbaik bagi konsumen," kata Gani.

Selain itu, untuk meningkatkan minat konsumen, Adira Finance juga akan menyediakan berbagai program penjualan yang menarik, meningkatkan kualitas layanan, menawarkan produk yang beragam, serta memperkuat program loyalitas untuk meningkatkan retensi pelanggan.

Namun, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) memiliki target yang berbeda. Perusahaan memilih untuk menetapkan target pertumbuhan kinerja yang konservatif untuk tahun 2025.

Di sepanjang tahun ini, BRI Finance menargetkan total penyaluran pembiayaan bisa menyentuh Rp 3 triliun. Adapun, sampai dengan November 2024, portofolio BRI Finance masih didominasi oleh segmen konsumer yakni seber 54,35%.

"Kami memproyeksikan segmen konsumer masih bertumbuh positif di tahun depan, didukung oleh outlook positif dari OJK yang juga memproyeksikan pertumbuhan industri multifinance sebesar 10%-12%," ujarnya kepada Kontan, Senin (23/12).

Baca Juga: Mandala Finance (MFIN) Bagi Saham Bonus Rp 117,50 Miliar

Untuk mengoptimalkan kinerja, BRI Finance melakukan sejumlah strategi yakni dengan membuat skema pembiayaan kendaraan yang menarik dengan bunga yang kompetitif.

Selain itu, BRI Finance sebagai bagian dari BRI Group akan bersinergi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan mendorong atau memaksimalkan captive market yang memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan penyaluran pembiayaan dengan kualitas yang baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×