kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Semarak pada 2023, Transaksi PUAB Perbankan Diyakini Tetap Ramai pada Tahun Ini


Minggu, 07 Januari 2024 / 17:30 WIB
Semarak pada 2023, Transaksi PUAB Perbankan Diyakini Tetap Ramai pada Tahun Ini
ILUSTRASI. Warga melintas di depan kantor pusat Bank BRI Jakarta (18/11/2022)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Transaksi pasar uang antar perbankan (PUAB) tetap ramai di sepanjang tahun 2023 seiring dengan era suku bunga tinggi dan upaya perbankan untuk mengoptimalkan likuiditasnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), volume rata-rata harian (RRH) transaksi PUAB rupiah per November 2023 tercatat sebesar Rp 20,21 triliun, naik 81,25% secara tahunan dari Rp 11,15 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun volume RHH transaksi PUAB rupiah overnight sebesar Rp 11,79 triliun dengan suku bunga rata-rata di level 5,86%. Posisi ini naik 6,12% dari volume RRH bulan sebelumnya yang sebesar Rp 11,11 triliun dengan suku bunga rata-rata di level 5,68%.

Sementara itu di periode yang sama, volume rata-rata-rata harian (RHH) transaksi PUAB Valas mengalami penurunan menjadi US$ 219 juta dari US$ 248 juta, dengan volume RHH transaksi PUAB overnight sebesar US$ 127 juta dengan suku bunga rata-rata berada di level 5,36%. 

Baca Juga: Hingga Akhir Tahun 2023, Bank Raya Punya Lebih dari 800 Ribu Nasabah

Posisi ini menurun 4,5% dibanding volume RHH bulan sebelumnya yang sebesar US$ 133 juta dengan suku bunga rata-rata 5,34%.

Meski begitu LPS memprediksi volume aktivitas PUAB ke depannya diperkirakan akan terus tumbuh positif sejalan dengan peningkatan kebutuhan likuiditas bank terutama untuk aktivitas penyaluran kredit. 

Pada saat yang sama suku bunga PUAB rupiah juga diperkirakan masih akan meningkat dipengaruhi strategi operasi moneter Bank Indonesia meskipun suku bunga BI7DRR dipertahankan tetap.

Adapun para bankir optimis tahun 2024 transaksi PUAB di perbankan akan tetap ramai, sebagaimana dengan tren yang tercatat di sepanjang tahun 2023.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) misalnya, yang sepanjang tahun 2023 mencatatkan transaksi PUAB yang tetap ramai, bahkan menunjukkan tren yang terus meningkat dibandingkan tahun 2023.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan, selama tahun 2023  BRI mencatatkan peningkatan volume transaksi PUAB sebesar 236% dan peningkatan frekuensi transaksi PUAB sebesar 133%.

"Volume Penempatan dana BRI di bank lain hingga akhir tahun 2023 juga ikut meningkat dibandingkan tahun 2022," kata Hendy kepada Kontan, Sabtu (6/1).

Baca Juga: Bankir Optimistis Target KUR Tahun Ini Bakal Tercapai

Lebih lanjut Hendy menyebut Bank Indonesia, Kementerian keuangan, OJK dan pelaku pasar saat ini terus bersinergi dalam pengembangan pasar keuangan nasional, melalui transaksi repo. 

Transaksi repo merupakan salah satu inisiatif dalam Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU 2025) Bank Indonesia untuk membangun pasar uang yang modern dan maju di era digital. 

"Diharapkan ke depannya dalam pengelolaan likuiditas bank tidak hanya mengoptimalkan melalui transaksi PUAB saja, tapi juga dengan melalui transaksi repo," jelas Hendy.

Senada, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menunjukkan tren yang sama terkait dengan transaksi PUAB di sepanjang tahun 2023.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan, per Desember 2023 volume transaksi PUAB Rupiah BCA tercatat meningkat secara tahunan selaras dengan peningkatan transaksi PUAB Rupiah secara nasional.

Hera sendiri tidak merinci berapa pertumbuhan transaksi PUAB BCA tersebut, namun dia bilang BCA dalam mengelola likuiditas akan memanfaatkan semua instrumen yang ada di pasar, tidak hanya dengan PUAB namun bisa juga dengan instrumen Repo. 

"Ke depannya, penggunaan instrumen repo ini akan terus meningkat seiring dengan semakin berkembangnya pasar keuangan di Indonesia," ungkap Hera kepada Kontan, Sabtu (6/1)

Sementara itu, terkait dengan PUAB Hera bilang pihaknya tidak memasang target khusus. Dia bilang pada prinsipnya BCA akan senantiasa akan mengelola likuiditas secara pruden serta mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam penerapan manajemen risiko.

"BCA berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×