kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Target Bisnis BRI di 2023, Kredit Diproyeksikan Naik 10% hingga 12%


Rabu, 08 Februari 2023 / 16:45 WIB
Simak Target Bisnis BRI di 2023, Kredit Diproyeksikan Naik 10% hingga 12%
ILUSTRASI. BRI beberkan sejumlah target bisnis untuk tahun 2023


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk masih optimistis bisnis akan melaju di sepanjang tahun ini. Mengutip bahan presentasi perusahaan yang dipublikasikan pada Rabu (8/2), BRI group menargetkan pertumbuhan kredit bisa tumbuh 10% hingga 12% year on year (YoY) di 2023.

Sedangkan rasio margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) akan dijaga di posisi 7,7% hingga 7,9%. Lalu untuk biaya kredit atau cost of credit (CoC) akan ditekan menjadi 2,2% sampai 2,4% pada tahun ini.

Sedangkan untuk kualitas kredit, BRI group meyakini bisa menjaga ke level 2,6% hingga 2,8% pada tahun ini. Sedangkan untuk cost to income ratio (CIR) untuk bank only, BRI akan ditekan ke level 40% hingga 41,5% di 2023.

Adapun Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan  secara konsolidasi berhasil membukukan penyaluran kredit mencapai Rp 1.139,08 triliun pada akhir Desember 2022. Nilai itu tumbuh 9,2% YoY dibandingkan posisi 2021 sebesar Rp 1.042,86 triliun.

Secara khusus, portofolio kredit Mikro BRI tumbuh double digit sebesar 13,9% YoY. Hal ini menjadikan proporsi kredit UMKM dibandingkan total kredit BRI terus meningkat, menjadi sebesar 84,74%. Komposisi itu meningkat dibandingkan 2021 sebesar 83,9% dari total portofolio pembiayaan BRI.

Baca Juga: Efisiensi Jadi Salah Satu Kunci BRI Raup Laba Rp 51,4 Triliun di Tahun 2022

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2022, BRI telah berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sesuai dengan breakdown atau alokasi yang ditetapkan Pemerintah yakni sebesar Rp 252,38 triliun kepada 6,5 juta debitur.

“Pada tahun 2023 ini, BRI akan terus berkomitmen untuk menyalurkan KUR sebagai upaya mendorong roda perekonomian grass root serta untuk mendukung penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. BRI telah mendapatkan alokasi penyaluran KUR tahun 2023 dari Pemerintah sebesar Rp 270 triliun dan BRI optimistis dapat mencapai target tersebut,” ujarnya secara virtual pada Rabu (8/1)

Ia menyatakan ini tak lepas dari kemampuan BRI dalam memproses dan mencairkan KUR dengan rata-rata Rp 1 triliun per hari. Terkait dengan KUR, Supari menjabarkan secara gamblang bahwa KUR adalah Kredit Usaha Rakyat, jadi KUR itu adalah Kredit, bukan bantuan atau hibah.

Adapun Rasio NPL BRI secara konsolidasi berada di level 2,67% pada akhir 2022. Di samping itu, BRI menyiapkan pencadangan yang cukup dengan NPL Coverage tercatat sebesar 305,73%, dimana angka ini meningkat dibandingkan dengan NPL Coverage di akhir tahun 2021 yang sebesar 281,16%.

 

Pencadangan yang memadai tersebut merupakan langkah antisipatif dan upaya mitigasi risiko menghadapi ketidakpastian perekonomian global, kenaikan inflasi dan suku bunga, serta potensi perlambatan ekonomi. Sedangkan rasio LDR secara konsolidasi yang terjaga di level 87,09% dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,54%.

“Berdasarkan data statistik di atas, BRI yakin akan terus tumbuh secara sustainable, karena telah memiliki sumber pertumbuhan yang jelas, punya kecukupan modal dan likuiditas serta pengelolaan risiko yang lebih baik. Secara konsisten BRI akan fokus kepada UMKM”, ujar Sunarso menegaskan.

Seiring dengan itu, BRI berhasil melakukan efisiensi utamanya melalui menekan biaya dana (Cost of Fund) melalui perbaikan funding structure peningkatan dana murah (CASA). “Efisiensi tersebut tercermin dari rasio BOPO, CER dan CIR yang membaik dibandingkan periode sama tahun lalu,” jelas dia.

Baca Juga: Laba Melesat 67,15%, Aset Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Capai Rp 1.865 Triliun di 2022

BOPO tercatat 69,10%, semakin baik dibandingkan BOPO pada akhir 2021 sebesar 78,54%. Rasio CER juga tercatat semakin membaik dari 50,25% di akhir 2021 menjadi 48,16% di akhir 2022 dan CIR semula 48,56% menjadi 47,38%, yang artinya semakin efisien.  

“Di samping itu, membaiknya kualitas kredit yang disalurkan memberikan dampak positif terhadap efisiensi yang dilakukan oleh perseroan. Dampaknya, BRI berhasil menurunkan Cost of Credit dari 3,78% di akhir 2021 menjadi 2,55% pada akhir 2022,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×