kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Sentimen Pergantian Menkeu Angkat Saham Big Banks, Simak Rekomendasi Analis


Senin, 14 September 2026 / 16:57 WIB
Diperbarui Senin, 14 September 2026 / 17:22 WIB
Sentimen Pergantian Menkeu Angkat Saham Big Banks, Simak Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. ATM perbankan (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham bank berkapitalisasi besar atau big banks kompak menguat pada penutupan perdagangan Senin (14/9/2026). Penguatan tersebut terjadi di tengah meredanya ketidakpastian pasar terkait pergantian Menteri Keuangan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat penguatan paling tinggi, yakni 3,98% ke level Rp3.400 per saham. Pada pembukaan perdagangan, saham BBRI berada di level Rp3.270 per saham. Namun, dalam sepekan terakhir, saham BBRI masih naik tipis 0,89%.

Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup menguat ke level Rp3.870 per saham. Pada pembukaan perdagangan, saham BBNI sempat melemah di level Rp3.740 per saham. Secara mingguan, saham BBNI masih terkoreksi 1,02%.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga naik 2,77% ke level Rp6.500 per saham. Saham BBCA dibuka di level Rp6.325 per saham dan masih mencatat penurunan 1,89% dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: Saham Big Banks Menghijau, BBRI Melaju Paling Kencang

Sementara itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 1,83% ke level Rp4.440 per saham. Pada pembukaan perdagangan, saham BMRI berada di level Rp4.350 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham BMRI naik 1,14%.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, penguatan saham big banks berpotensi berkaitan dengan sentimen pergantian Menteri Keuangan.

Menurutnya, pasar sebelumnya sempat merespons negatif ketidakpastian mengenai arah kebijakan fiskal. Setelah Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik dari sempat terkoreksi sekitar 2% menjadi menguat.

“Untuk saham perbankan, pergantian tersebut dibaca sebagai meredanya uncertainty sekaligus munculnya ekspektasi terhadap kesinambungan kebijakan fiskal dan koordinasi fiskal-moneter, sehingga investor kembali melakukan akumulasi, termasuk pada BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI,” kata Nafan kepada Kontan.co.id, Senin (14/9/2026).

Meski demikian, Nafan menilai penguatan saham perbankan pada perdagangan ini masih perlu dikonfirmasi oleh fundamental dan volume perdagangan berikutnya. Dengan demikian, kenaikan tersebut belum dapat langsung dianggap sebagai awal reli panjang.

Ke depan, ia melihat prospek saham perbankan masih konstruktif dan selektif. Fundamental industri perbankan dinilai cukup kuat, tercermin dari pertumbuhan kredit Juli 2026 yang mencapai 13,58% secara tahunan.

Sejumlah katalis yang perlu diperhatikan investor antara lain pertumbuhan kredit, stabilisasi atau perbaikan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM), penurunan cost of credit, kualitas aset atau rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), perkembangan biaya dana, arah BI-Rate, stabilitas rupiah, serta potensi kembalinya aliran dana asing.

Saat ini, Bank Indonesia masih mempertahankan BI-Rate di level 5,75%. Namun, bank sentral tetap memberikan dukungan melalui kebijakan makroprudensial dan insentif likuiditas untuk mendorong pertumbuhan kredit.

Nafan menilai momentum untuk masuk ke saham perbankan mulai menarik. Namun, investor disarankan menggunakan strategi akumulasi secara bertahap dan tidak langsung membeli secara agresif.

Baca Juga: Saham Big Banks Mulai Menguat, Simak Saham Rekomendasi Analis

“Setelah tekanan harga sebelumnya, valuasi sejumlah big banks menjadi lebih atraktif, sementara fundamentalnya relatif tetap solid,” ujarnya.

Dalam konteks risk-reward, BBCA dan BMRI cenderung lebih defensif karena kualitas aset dan struktur pendanaannya kuat. Sementara itu, BBRI dan BBNI dinilai memiliki sensitivitas lebih besar terhadap pemulihan ekonomi, ekspansi kredit, dan normalisasi credit cost.

Untuk saham BBRI, Nafan memberikan rekomendasi add dengan struktur bullish yang masih terjaga. Area akumulasi yang disarankan berada di kisaran Rp3.230-Rp3.320 per saham.

Adapun target harga BBRI berada pada level Rp3.350 untuk target pertama, Rp3.440 untuk target kedua, dan Rp3.570 untuk target ketiga. Sementara itu, level support berada di Rp3.230 dan Rp3.100 per saham.

Nafan juga merekomendasikan saham BBCA dengan rekomendasi add dengan target harga Rp7.900 per saham, BBNI dengan rekomendasi add dengan target harga Rp4.020 per saham, serta BMRI dengan rekomendasi add dengan target harga Rp4.720 per saham.

Seperti diketahui sebelumnya, Suahasil Nazara resmi dilantik menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029. Pelantikan Suahasil tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029.

Dalam Keppres tersebut, Presiden Prabowo Subianto menetapkan dan mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode 2024-2029.

Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 14 September 2026. Suahasil diketahui menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menjabat posisi ini.

Baca Juga: Proyeksi Kinerja Big Banks Semester I-2026: Himbara Moncer, BBCA Jadi Safe Haven

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×