kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Emas Makin Diminati, Bank Konvensional Ramai-Ramai Garap Investasi Emas


Senin, 14 September 2026 / 18:20 WIB
Emas Makin Diminati, Bank Konvensional Ramai-Ramai Garap Investasi Emas
ILUSTRASI. Emas semakin menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik perhatian masyarakat. Kondisi tersebut membuka peluang bagi industri perbankan (REUTERS/Francis Kokoroko)


Reporter: Aura Putri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emas semakin menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik perhatian masyarakat. Kondisi tersebut turut membuka peluang baru bagi industri perbankan, termasuk bank konvensional yang kini mulai agresif mengembangkan layanan investasi emas berbasis digital.

Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI), alokasi pendapatan masyarakat untuk emas dan perhiasan mencapai 36,5% pada Juni 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan 34,4% pada Juni 2025.

Peluang pertumbuhan bisnis emas sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan oleh perbankan syariah. Namun, tren tersebut kini mulai berubah seiring semakin banyaknya bank konvensional yang menghadirkan layanan emas, terutama melalui aplikasi digital masing-masing.

Salah satunya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Perseroan menyediakan layanan emas melalui aplikasi BRImo. Pada semester I 2026, transaksi tabungan emas BRI mencapai 6,58 juta transaksi. Sementara itu, transaksi cicilan emas tercatat sebanyak 46.400 transaksi.

Baca Juga: Maybank Indonesia Resmi Beroperasi sebagai Grup Keuangan Terintegrasi

Bisnis emas BRI juga ditopang oleh ekosistem Holding Ultra Mikro. Hingga Agustus 2026, kelolaan ekosistem emas BRI Group telah mencapai 153 ton.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, bisnis emas masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

“Dengan kelolaan ekosistem emas yang telah mencapai 153 ton, kami melihat ruang pertumbuhannya masih sangat besar ke depan,” ujar Hery dalam keterangan resminya, dikutip Senin (14/9/2026).

Tak hanya BRI, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) juga tengah menyiapkan layanan Tabungan Emas melalui aplikasi Bale by BTN. Layanan tersebut akan dikembangkan melalui kerja sama BTN dengan Pegadaian.

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, layanan Tabungan Emas tersebut masih dalam proses perizinan dengan regulator. Setelah tersedia, nasabah dapat membuka Tabungan Emas, memantau portofolio, serta melakukan pembelian dan penjualan emas melalui aplikasi Bale by BTN.

“Kami melihat prospek bisnis emas masih cukup positif ke depan. Emas memiliki daya tarik yang kuat di masyarakat, baik sebagai pilihan investasi maupun sebagai salah satu cara untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang,” ujar Thomas kepada Kontan, Senin (14/9/2026).

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah lebih dulu memperluas layanan investasi emas melalui kerja sama dengan PT Pegadaian. BCA meluncurkan Tabungan Emas yang dapat diakses melalui aplikasi myBCA pada Agustus 2026.

Baca Juga: Rayakan 10 Tahun, Jenius Siapkan Inovasi Layanan Keuangan Digital

Direktur BCA Vera Eve Lim mengatakan, perkembangan investasi emas membuat persaingan di industri jasa keuangan semakin luas. Bank tidak hanya menghadapi persaingan dari sesama bank, tetapi juga dari berbagai instrumen dan platform investasi lainnya.

“Bank sebenarnya tidak hanya saling bersaing dengan bank. Kita bersaing dengan fintech, kita bersaing termasuk dengan emas. Emas juga salah satu alternatif investasi hari ini," ujar Vera dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).

Pemain lainnya, PT Bank Jago Tbk, juga mulai menyediakan akses terhadap produk emas digital melalui fitur Kantong Emas di aplikasi Jago. Fitur tersebut tersedia melalui kerja sama Bank Jago sebagai mitra pedagang fisik emas digital dengan PT Indonesia Logam Pratama atau Treasury selaku pedagang fisik emas digital.

Investor Relation & Market Intelligence Bank Jago Theodore Siregar mengatakan, layanan tersebut menjadi tambahan pilihan aset investasi bagi nasabah. Pembelian emas melalui fitur Kantong Emas dapat dilakukan mulai dari nilai sekitar Rp 5.000.

“Untuk buy and sell gold juga sekarang sudah bisa, walaupun saya bilang ini masih limited pilot,” ujar Theodore dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×