Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi umum syariah PT Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS) menilai potensi pasar asuransi syariah masih cerah ke depannya. Direktur Utama Asuransi Sinar Mas Syariah Daniel Armagatlie menerangkan hal itu mengingat Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar.
"Namun, potensi tersebut memang harus dibantu dengan stimulus dari semua lembaga yang terlibat," ujarnya kepada Kontan, Senin (30/3/2026).
Daniel mengatakan akhir Desember 2026 tentunya akan menjadi langkah awal atau fondasi untuk industri asuransi syariah seiring adanya batas waktu kewajiban pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS). Alhasil, nantinya beberapa perusahaan akan memutuskan untuk menutup UUS.
Baca Juga: Sinar Mas Asuransi Syariah Beberkan Tantangan yang Dihadapi Saat Proses Pemisahan UUS
Selain itu, perusahaan perlu mengikuti tahap selanjutnya pada 2028 mengenai kecukupan permodalan minimum, sehingga makin selektif perusahaan asuransi syariah yang akan bermain di market.
Meski masih cerah, Daniel mengatakan berbagai tantangan juga akan menghadang industri asuransi syariah. Namun, dia optimistis pihaknya bisa menghadapi berbagai tantangan yang ada.
"Dari tantangan tersebut, tentunya akan selalu ada kebaikan yang bisa diambil hikmahnya. Kami juga berupaya mencapai target yang dicanangkan," ungkapnya.
Sementara itu, usai resmi spin off akhir tahun lalu, Daniel menyampaikan perusahaan masih dalam proses pengalihan portofolio yang rencananya akan diselesaikan pada kuartal II-2026. Dia bilang secara bisnis tentunya perusahaan akan melakukan penyesuaian agar bisa lebih agresif di market dengan melakukan inovasi produk baru.
Asal tahu saja, PT Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS) resmi mengumumkan sebagai perusahaan asuransi umum syariah yang berdiri mandiri (full-fledged), setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-123/D.05/2025 per 23 Desember 2025. Adapun sebelumnya SMAS merupakan Unit Usaha Syariah (UUS) dari PT Asuransi Sinar Mas.
Jika menilik laporan keuangan ketika PT Sinar Mas Asuransi Syariah masih menjadi UUS Asuransi Sinar Mas, tercatat kontribusi gabungan yang dibukukan sebesar Rp 168 miliar pada 2025. Sementara itu, ekuitas dana gabungan yang dicatatkan sebesar Rp 809,14 miliar, serta tingkat rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) sebesar 931,87%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













