kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Soal bocornya data nasabah, OJK akan lihat kasus per kasus


Kamis, 15 Maret 2018 / 20:38 WIB
Soal bocornya data nasabah, OJK akan lihat kasus per kasus
ILUSTRASI. Sejumlah nasabah mendatangi kantor BRI unit cabang Ngadiluwih


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar soal bocornya data yang berujung raibnya uang di rekening nasabah bank kembali terdengar. Terkait hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melihat secara kasus per kasus.

Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara menyebut kasus kebocoran data nasabah bisa disebabkan oleh berbagai hal. Hal tersebut bisa terjadi dari sisi industri, maupun dari sisi konsumen.

Regulator disebutnya akan mempelajari kasus-kasus tersebut. Penyalahgunaan data nasabah oleh industri keuangan tentunya akan disikapi dengan tegas oleh regulator. Sanksi menanti bila pelaku jasa keuangan memberikan data tanpa seizin dari nasabah yang bersangkutan.

Namun Tirta bilang, belum tentu juga hal tersebut kesalahan dari pihak bank. "Sehingga harus dilihat dulu kasusnya," kata dia belum lama ini.

Pasalnya menurut dia bisa saja kebocoran data diawali oleh kelalaian dari nasabah sendiri. Di mana nasabah sendiri memiliki kewajiban untuk merahasiakan data seperti nomor pin dan password dari akun-akun yang dimiliki.

Tak jarang, kelalaian ini pun dimanfaatkan sejumlah pihak yang tak bertanggung jawab untuk mendapat informasi dari nasabah. Nah, untuk itu ia mengingatkan nasabah sebaiknya selalu menanyakan informasi ke sumber yang valid, seperti lembaga keuangan yang bersangkutan.

"Atau bisa tanya ke contact center OJK di nomer 157," ungkapnya.

Seperti diketahui, sebelumnya sejumlah nasabah Bank BRI mengaku saldo di rekening mereka berkurang tanpa sebab yang jelas. Pihak Bank BRI sendiri tengah melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×