kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.856.000   -100.000   -3,38%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BSI Optimistis Mampu Mencatat Pertumbuhan Kinerja Double Digit pada 2026


Jumat, 06 Februari 2026 / 16:21 WIB
BSI Optimistis Mampu Mencatat Pertumbuhan Kinerja Double Digit pada 2026
ILUSTRASI. Kinerja Bank Syariah Indonesia Triwulan ke Tiga (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memproyeksikan kinerja bisnis tetap tumbuh positif pada 2026 dengan mengandalkan optimalisasi dua lisensi utama perseroan, yakni sebagai bank syariah dan bullion bank. Kedua lini bisnis tersebut diposisikan sebagai mesin pertumbuhan baru sekaligus penguatan ekosistem keuangan syariah.

Bob Tyasika Ananta, Wakil Direktur Utama BSI menyampaikan, strategi utama tahun ini difokuskan pada menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan kualitas aset serta optimalisasi biaya dana (cost of fund).

Posisi cost of fund yang relatif rendah pada awal 2026 juga dinilai memberikan ruang bagi perseroan untuk meningkatkan ekspansi bisnis dan likuiditas

Selain efisiensi biaya, BSI juga membidik peningkatan pendapatan melalui optimalisasi fee based income yang pada 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.

"Upaya tersebut didorong oleh peningkatan jumlah nasabah konsumer, penguatan holding ratio produk, serta pengembangan bisnis berbasis emas melalui layanan bullion banking," kata Bob saat paparan kinerja perseroan, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga: Optimistis Tumbuh di 2026, BSI Fokus Salurkan Kredit ke Segmen Konsumer & UMKM

Di sisi infrastruktur, BSI memperkuat kapabilitas teknologi informasi guna mendukung ekspansi kanal digital. Perseroan mengandalkan super app BYOND, platform BEWISE, serta jaringan fisik yang mencakup lebih dari 1.000 kantor cabang, sekitar 6.000 ATM, lebih dari 120.000 agen bank, puluhan ribu EDC, dan ratusan ribu merchant QRIS. Seluruh kanal tersebut akan dioptimalkan untuk meningkatkan transaksi dan akuisisi nasabah.

Penghimpunan dana murah juga tetap menjadi fokus utama, terutama melalui ekosistem syariah seperti payroll, tabungan haji, serta bisnis emas. Sementara penyaluran pembiayaan diarahkan pada segmen konsumer, khususnya aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai berpenghasilan tetap, UMKM, pembiayaan emas, serta program-program pemerintah yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan strategi tersebut, BSI optimistis mampu mencatat pertumbuhan kinerja double digit pada 2026, baik dari sisi pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK), maupun profitabilitas.  Optimisme ini ditopang oleh kondisi likuiditas yang relatif terjaga, penguatan ekosistem syariah, serta peluang bisnis emas yang dinilai semakin prospektif," ungkapnya.

Baca Juga: BSI Cetak Laba Rp 7,56 Triliun di 2025, Naik 8,02%

Seperti diketahui, BSI berhasil mencetak laba Rp 7,56 triliun di sepanjang tahun 2025. Laba tersebut naik 8,02% secara tahunan (YoY).

Salah satu penopang pertumbuhan laba BSI adalah pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh signifikan. Pada periode 2025, pendapatan di pos tersebut mengalami kenaikan 9,92% secara tahunan (YoY) menjadi 19,04 triliun.

Pendapatan berbasis komisi dari bank syariah terbesar di Indonesia ini juga mengalami kenaikan signifikan 25,06% yoy mencapai Rp 6,89 triliun, sementara pada periode sama di tahun sebelumnya nilainya mampu mencapai 5,51 triliun.

Dari sisi fungsi intermediasinya, BSI mencatatkan penyaluran pembiayaan ditahun 2025 mencapai Rp 318,84 triliun atau naik 14,49%. Jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, nilainya baru sekitar Rp 278,48 triliun triliun.

Dari sisi pendanaan, BSI berhasil menghimpun dana masyarakat di periode yang sama senilai Rp 380,48 triliun. Di mana, angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 16,20% dari 2024 yang senilai Rp 327,45 triliun.

Alhasil, BSI tetap menjadi bank syariah dengan aset terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai 456,19 triliun. Artinya, ada kenaikan 11,64% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Baca Juga: Setelah Jadi BUMN, Bank Syariah Indonesia (BSI) Mulai Siapkan Langkah Jadi KBMI 4

Selanjutnya: Rekrutmen Badan Gizi Nasional 2026: Peluang Karier S1 di Inspektorat Utama

Menarik Dibaca: Kebutuhan Pensiun: Siapkan Rp1,1 Miliar, Tapi Ada Cara Lebih Mudah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×