Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) menyebut segmen kelas menengah tetap menjadi pasar yang strategis di tengah tekanan ekonomi.
Presiden Direktur Manulife Indonesia, Lauren Sulistiawati melihat adanya tren peningkatan kepercayaan akan pentingnya kesejahteraan finansial jangka panjang di segmen kelas menengah.
Pandangan itu sejalan dengan data yang diperoleh Manulife Asia Care Survey 2025, bahwa 38,6% responden mulai memperhatikan keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, dan finansial.
Baca Juga: Breaking News! BTN Tak Bagikan Dividen Tahun Ini, Simak Alasannya
"Hal ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara health span dan wealth span, serta mendorong kebutuhan akan perencanaan keuangan yang lebih matang," ujarnya kepada Kontan, Kamis (23/4/2026).
Lebih lanjut, katanya segmen ini juga kini lebih cermat dan selektif dalam menilai kebutuhan perlindungan kesehatan dan keuangan sehingga cenderung mencari produk yang lebih fleksibel, terjangkau, dan bisa memberi perlindungan finansial untuk jangka pendek hingga jangka panjang.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lauren membeberkan sejumlah strategi yang akan dilakukan perusahaan.
Ke depannya, Manulife Indonesia berupaya menyediakan solusi yang relevan dan mudah diakses nasabah sekaligus memperluas distribusi melalui agen dan kemitraan bancassurance, lalu memperkuat kanal digital.
Optimalisasi layanan digital dilakukan melalui platform seperti MiEClaim untuk pengajuan klaim secara online dan Manulife ID yang memungkinkan nasabah mengakses polis serta melakukan transaksi secara mandiri. Di samping itu, kolaborasi dengan perbankan dan e-commerce juga dilakukan untuk mempermudah pembayaran premi.
Selain itu, Manulife Indonesia menilai literasi keuangan menjadi kunci dalam menggarap segmen ini. Pihaknya secara aktif menjalankan program edukasi guna membantu nasabah memahami kebutuhan proteksi dan mengambil keputusan finansial yang tepat.
Baca Juga: BCA Bukukan Laba Rp 14,7 Triliun pada Kuartal I-2026
Dari sisi distribusi, Manulife Indonesia saat ini didukung lebih dari 18.000 tenaga pemasar profesional. Peran para agen diperkuat melalui program pelatihan ManuAcademy untuk meningkatkan kompetensi dan pendekatan berbasis kebutuhan nasabah.
Dengan strategi tersebut, Manulife Indonesia menargetkan dapat terus memperluas penetrasi di segmen kelas menengah sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













