kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Tabungan Kelas Pekerja Semakin Terkikis, Tabungan Nasabah Kaya Semakin Membesar


Sabtu, 18 April 2026 / 14:25 WIB
Tabungan Kelas Pekerja Semakin Terkikis, Tabungan Nasabah Kaya Semakin Membesar
ILUSTRASI. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat total dana yang dimiliki kelompok nasabah kaya dengan saldo minimal Rp 5 miliar menguasai lebih dari setengah total simpanan di bank. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat total dana yang dimiliki kelompok nasabah kaya dengan saldo minimal Rp 5 miliar menguasai lebih dari setengah total simpanan di bank.

Menurut data LPS per Februari 2026, jumlah rekening dengan simpanan di atas Rp 5 miliar hanya ada 0,2% dari seluruh total rekening simpanan bank. Hanya saja, jumlah saldo yang dimiliki oleh kelompok itu mencapai Rp 5.874,17 triliun atau setara 57,98% dari total simpanan bank.

Angka tersebut terhitung naik dibandingkan Februari 2025. Saat itu, jumlah rekening dengan simpanan di atas Rp 5 miliar tetap sama di 0,2%, tapi nilai simpanannya baru setara dengan 54,16% dari total simpanan.

Adapun jika dilihat dari nilai simpanannya, total dana yang dimiliki kelompok tersebut naik sampai 20,5% secara tahunan (yoy). Lebih tinggi dibanding pertumbuhan total seluruh simpanan di bank yang meningkat 12,6% (yoy).

Baca Juga: Rupiah Loyo, Bank Jaga Kualitas Kredit dan Perkuat Permodalan

Ekonom sekaligus Direktur Segara Research Institute Piter Abdullah menyebut  situasi ini sebagai cerminan yang menggambarkan timpangnya kelas ekonomi masyarakat.

Piter menilai, ketidakpastian ekonomi yang terjadi sejak awal tahun ini telah membuat jarak antara masyarakat kelas atas dengan kelas menengah-bawah semakin lebar.

"Ini sebenarnya fenomena sederhana. Di tengah kondisi ekonomi saat ini, kelompok atas cenderung lebih mampu tumbuh dibandingkan kelompok bawah," kata Piter saat dihubungi Kontan, Selasa (14/4/2026).

Akibat kondisi ekonomi belakangan ini, Piter bilang, banyak masyarakat kelas pekerja yang mengalami penurunan penghasilan. Ini juga didorong oleh ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang semakin tinggi.

Menghadapi situasi seperti itu, kelas pekerja terpaksa harus makan tabungan untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Sebab itu, nominal simpanan mereka pun cenderung tumbuh stagnan.

Di sisi lain, Piter menyebut kelompok masyarakat atas biasanya lebih mampu bertahan, atau bahkan bertumbuh di tengah dinamika ekonomi saat ini.

"Kelompok atas memiliki banyak sumber income sehingga simpanan mereka akan terus tumbuh," ucapnya.

Dengan situasi seperti ini, Piter bilang, wajar terjadi ketimpangan dalam pertumbuhan nominal simpanan di data LPS. Alhasil, orang kaya terlihat semakin kaya saja di kuartal pertama tahun ini.

Baca Juga: Rupiah Melemah di Atas Level Rp 17.000, Masyarakat Ramai-ramai Jual Dolar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×