kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Tahan NPL, Bank Jateng siapkan pencadangan Rp 440 miliar


Minggu, 02 September 2018 / 17:38 WIB
ILUSTRASI. Logo Bank Jateng


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memiliki strategi dalam mempertahankan kredit macet di tengah tren kenaikan suku bunga acuan.

Bank yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah Jawa Tengah ini telah menyiapkan dana pencadangan guna manahan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sebesar Rp 440 miliar.

"NPL per Juli 2018 berada di posisi 1,85%. Target limit NPL hingga Desember 2018 berada di posisi 2%," ujar Direktur Bisnis Ritel & Unit Usaha Syariah Hanawijaya kepada Kontan.co.id, Jumat (31/8).

Menurut Hanawijaya, secara nominal terdapat dua segmen kredit penjumbang NPL terbesar bagi Bank Jateng. Kedua sektor tersebut adalah sektor perdagangan besar dan eceran dengan nilai kredit macet Rp 386 miliar dan industri pengolahan dengan jumlah kredit bermasalah Rp 80 miliar.

Guna mempertahankan NPL di posisi 2% hingga akhir tahun, Hanawijaya menyatakan manajemen telah menetapkan limit sektor industri dan sektor-sektor yang dapat dibiayai. Selain itu, manajemen terus melakukan evaluasi kredit sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Ketiga,monitoring rutin pasca pemberian kredit. Keempat membentuk tim khusus yang menangani nasabah-nasabah yang masuk dalam katagori kurang lancar," pungkas Hanawijaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×