kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tahun depan, pencadangan Mandiri di atas Rp 20 T


Selasa, 08 September 2015 / 20:13 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Bank Mandiri menganggarkan dana pencadangan di atas Rp 20 triliun guna mengantisipasi naiknya kredit macet di tahun depan. Sampai semester pertama 2015, dana pencadangan Mandiri mencapai Rp 18,5 triliun.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, dengan dana pencadangan sebesar itu diharapkan coverage ratio perusahaan berada di kisaran 100% sampai 160%.

Besarnya biaya pencadangan dan coverage ratio perusahaan itu dikarenakan tahun depan Mandiri akan fokus memperbaiki kredit bermasalah dibandingkan dengan menaikkan target kinerja.

“Jadi kami lebih memilih hati-hati pada tahun depan. Jadi walaupun margin laba tidak bisa tumbuh namun kami selalu menjaga dana pencadangan berada di level optimal,” ujar Kartika di Jakarta, Selasa (8/9).

Seperti diketahui, pada tahun depan Mandiri hanya menargetkan pertumbuhan laba sekitar 3% sampai 5%. Perseroan juga menargetkan pertumbuhan kredit tahun depan di angka normatif, yaitu 14%.

Hal ini melihat kondisi ekonomi global yang masih kurang optimal. Seiring dengan meningkatnya kredit, NPL perseroan pada tahun depan diprediksi akan meningkat di level 3%.

Sebagai informasi, berdasarkan rencana kerja Mandiri 2016, tercatat ada beberapa target yang diprediksi melampaui target kinerja perusahaan pada akhir tahun ini. Untuk total asset tahun depan, Mandiri mematok pertumbuhan sebesar 10%-13%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×