kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tahun ini, modal PII bertambah jadi Rp 7 triliun


Jumat, 20 Februari 2015 / 17:56 WIB
Tahun ini, modal PII bertambah jadi Rp 7 triliun
ILUSTRASI. Ada Operasi Zebra, Segera Perpanjang SIM Di SIM Keliling Jakarta Hari Ini (7/9)


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) menyambut positif suntikan modal Rp 1,5 triliun dari pemerintah melalui Penanaman Modal Negara (PMN).

Armand Hermawan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PII berharap, pemberian modal tersebut dapat meningkatkan kapasitas perusahaan dalam menjamin proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

"Semakin besar (modal), maka PII juga dapat menjamin lebih banyak proyek. Infrastruktur kan seharusnya ranah pemerintah, dan negara hadir di sini," tuturnya, Jumat (20/1).

Dengan dialokasikannya dana sebesar Rp 1,5 triliun tersebut, maka modal PII tahun ini akan bertambah menjadi Rp 7 triliun.

PII merupakan penjamin bagi pihak swasta atas berbagai risiko infrastruktur yang mungkin timbul dalam keikutsertaan pembangunan infrastruktur. Misalnya keterlambatan pengurusan perizinan, lisensi, perubahan peraturan perundang-undangan, ketiadaan penyesuaian tarif, kegagalan pengintegrasian jaringan atau fasilitas, dan sebagainya.

Penjaminan tersebut dilakukan dalam skema kerja sama pemerintah swasta atau KPS. "Dengan adanya penjaminan itu, biaya swasta (cost of fund) dari proyek infrastruktur turun, risiko berkurang," ujarnya.

Tercatat ada empat proyek infrastruktur yang memasuki tahap finalisasi penjaminan oleh PII tahun ini. Yakni proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa Tengah yang sedang menunggu perolehan pembiayaan (financial close), proyek PLTU Mulut Tambang Sumsel 9 dan 10 yang telah memasuki tahap penjajakan, serta proyek sistem penyediaan air minum Bandar Lampung yang diharapkan dapat ditandatangani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×