kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tingkatkan Kepercayaan Publik, OJK Luncurkan Roadmap Perasuransian 2023-2027


Senin, 23 Oktober 2023 / 15:44 WIB
Tingkatkan Kepercayaan Publik, OJK Luncurkan Roadmap Perasuransian 2023-2027
Peluncuran roadmap perasuransian 2023-2027 oleh OJK bersama seluruh asosiasi asuransi di Jakarta (23/10/2023).


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan peta jalan (roadmap) pengembangan dan penguatan perasuransian 2023 – 2027. Ini bertujuan demi mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya telah melakukan langkah tegas untuk menindak perusahaan yang tak menjalankan tugas dan kewajiban sesuai ketentuan.

“Kita lakukan secara paralel menindak isu-isu yang sekarang bermasalah, tapi yang lebih penting menyiapkan kondisi ke depan industri perasuransian. Maka kita sepakat menyusun peta jalan pengembangan dan penguatan perasuransian Indonesia 2023-2027,” ujarnya di Jakarta, Senin (23/10).

Baca Juga: Pengamat: Kesemrawutan Aturan Soal Koperasi Sudah Lama Terjadi

Ogi menjelaskan, tingkat penetrasi Indonesia masih sangat rendah kalah dibandingkan negara-negara di ASEAN. Menurutnya, padahal pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten di level 5% dan diproyeksikan di 2024 tumbuh sama.

“Jadi potensi itulah yang mesti kita eksplor lebih lanjut mengenai produk asuransi yang kita akan jual. Tentunya upaya untuk memulai mengembalikan kepercayaan masyarakat harus di komunikasikan dengan baik, baik itu produknya, regulasinya dan sebagainya,” jelasnya.

Ogi mengungkapkan, berdasarkan hasil survei di tahun 2022 tingkat penetrasi asuransi di Indonesia pada tahun 2022 masih cukup rendah, yaitu pada level 2,27%, dibandingkan negara-negara di ASEAN.

Baca Juga: Upaya Taspen Mendorong Penerapan Budaya Kepatuhan dan Manajemen Risiko

“Berdasarkan survei tahun 2022 hanya 16% yang membeli produk-produk asuransi. Sementara literasi asuransi sekitar dua kali lipat, sekitar 33%, jadi hanya separuh orang yang paham asuransi membeli produk asuransi, berarti belum ada kepercayaan terhadap produk asuransi yang ditawarkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ogi menegaskan bahwa ini merupakan momen yang baik untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap asuransi.

“Kami sebagai regulator dan teman-teman sebagai asosiasi, pemain siap untuk mendukung menjual produk melakukan edukasi, literasi pada masyarakat, sehingga terlindungi oleh produk asuransi,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×