Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kebutuhan masyarakat untuk menjalankan ibadah haji dan umrah menjadi salah satu peluang bisnis bagi perbankan syariah.
Misalnya di Bank Syariah Indonesia (BSI). Bank syariah pelat merah ini mencatat transaksi senilai Rp 5,38 triliun dalam BSI International Expo 2026 yang berlangsung selama 23–25 Oktober 2026.
Asal tahu saja, nilai tersebut meningkat dibandingkan transaksi Rp 2,6 triliun pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo bilang realisasi itu berasal dari beragam produk dan layanan. Namun, transaksi perjalanan haji dan umrah menjadi yang terbesar.
Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp 144 Triliun kepada 2,76 Juta Debitur hingga Agustus 2026
Selain travel haji dan umrah, transaksi pembelian dan gadai emas, pembiayaan rumah atau griya, pembiayaan kendaraan, serta produk fesyen dan gaya hidup juga mencatat aktivitas tinggi.
Dalam gelaran yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) dan menarik 65.800 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan itu, BSI juga turut meluncurkan produk baru yakni BSI LYFE Card yang dapat dimanfaatkan nasabah ritel mendapatkan pembiayaan untuk tiket perjalanan dan berbagai kebutuhan lainnya.
Melihat realisasi di BSI International Expo 2026 kali ini, Anggoro optimistis daya beli masyarakat masih terjaga dan perbankan sebagai institusi keuangan dapat menukil peluang bisnis sebagai fasilitator.
“In this economy, ternyata daya beli masyarakat tetap tinggi,” ujarnya dalam Closing Ceremony BSI International Expo 2026, Minggu (25/10/2026).
Peluang bisnis dari kebutuhan ibadah umrah juga terlihat pada unit usaha syariah (UUS) Bank Jago. Hingga September 2026, Bank Jago mencatat sekitar 89.300 Kantong khusus yang dibuat nasabah melalui Aplikasi Jago dan Jago Syariah untuk persiapan haji dan umrah.
Jumlah tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam satu tahun terakhir. Secara terperinci, Kantong haji mencapai 36.200, sedangkan Kantong umrah sebanyak 53.100.
Head of Sharia Digital Funding Bank Jago Nur Fajriah Rachmah menjelaskan, nasabah dapat memanfaatkan Aplikasi Jago dan Jago Syariah untuk merencanakan keuangan sebelum berangkat umrah sekaligus melakukan transaksi selama berada di Tanah Suci.
“Kalau finansial sudah tertata dari awal, ibadah akan terasa lebih tenang dan kita tak perlu pusing memikirkan kondisi keuangan saat beribadah dan kembali ke Tanah Air,” sebut Nur.
Baca Juga: OJK Pantau 26 Emiten Bank yang Belum Penuhi Free Float 15%, Ini Daftarnya
Selain menyiapkan dana melalui Kantong, aktivitas transaksi menggunakan Kartu Debit Visa Jago Syariah di Arab Saudi juga meningkat. Frekuensi transaksi di Tanah Suci mencapai 62.300 transaksi pada September 2026, naik dari 36.000 transaksi pada September 2025.
Transaksi tersebut mencakup aktivitas daring maupun luring, antara lain untuk pembelian tiket pesawat, hotel, makanan, tiket Kereta Cepat Haramain, serta pembayaran di berbagai merchant yang menerima Visa.
Secara keseluruhan, Bank Jago mencatat volume transaksi Jago Syariah hingga September 2026 tumbuh 55% secara tahunan. Adapun nominal transaksinya meningkat 50% setahun.
Kinerja ini menunjukkan bahwa layanan keuangan syariah tak cuman digunakan untuk transaksi sehari-hari, tetapi juga untuk mendukung perencanaan keuangan bagi kebutuhan ibadah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













