kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%

Transaksi Digital Perbankan Diproyeksi Melonjak Selama Ramadan dan Lebaran 2026


Senin, 02 Maret 2026 / 18:55 WIB
Transaksi Digital Perbankan Diproyeksi Melonjak Selama Ramadan dan Lebaran 2026


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah bank memproyeksikan transaksi digital akan meningkat menjelang Ramadan hingga periode Idulfitri tahun ini. Lonjakan transaksi diperkirakan dipicu oleh meningkatnya kebutuhan belanja masyarakat, pengiriman dana antar keluarga, hingga pembayaran zakat dan donasi secara digital.

Data Bank Indonesia menunjukkan, transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Januari 2026 tetap tumbuh. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,79 miliar transaksi atau tumbuh 39,65% (yoy) pada Januari 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital. 

Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 10,00% (yoy) dan 23,25% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 131,47% (yoy).

Sementara itu, selama periode Ramadhan dan Idulfitri (RAFI) 2025 lalu BI mencatat transaksi digital melalui QRIS dengan rata-rata pertumbuhan volume transaksi per pengguna mencapai 111% (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode RAFI 2024 sebesar 76%.

Baca Juga: Transaksi Digital CIMB Niaga Diproyeksi Naik 20%-30% Pada Ramadan dan Lebaran 2026

PT Bank CIMB Niaga Tbk melihat tren transaksi digital melalui platform OCTO mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan periode normal.

Chief of Network & Digital Banking CIMB Niaga, Budiman Tanjung, mengatakan kenaikan transaksi tersebut terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat menjelang Ramadan.

“Tren transaksi digital melalui platform OCTO baik aplikasi maupun website mulai menunjukkan kenaikan dibandingkan periode normal menjelang Ramadan,” ujar Budiman kepada Kontan.co.id.

Ia menjelaskan, peningkatan tersebut terutama berasal dari aktivitas belanja rumah tangga, transaksi online, pengiriman dana antar keluarga, hingga top-up dompet digital.

Selain itu, transaksi sosial juga mulai meningkat seiring banyaknya masyarakat yang menyalurkan zakat, infak, dan donasi melalui kanal digital.

Untuk periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini, CIMB Niaga menargetkan transaksi digital melalui OCTO dapat tumbuh sekitar 20% hingga 30% dibandingkan bulan sebelumnya.

Budiman mengatakan target tersebut sejalan dengan pola historis di mana lonjakan transaksi biasanya terjadi saat pembagian tunjangan hari raya (THR), persiapan Lebaran, hingga meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Peningkatan adopsi layanan digital dan QRIS juga menjadi faktor yang mendorong optimisme pertumbuhan transaksi pada periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini,” jelasnya.

Kontributor terbesar transaksi digital selama periode tersebut diperkirakan berasal dari layanan transfer dana antarbank maupun sesama bank, pembayaran QRIS di merchant ritel dan makanan-minuman, serta top-up e-wallet dan transaksi e-commerce.

Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat tren transaksi digital juga meningkat menjelang Ramadan, terutama didorong oleh penggunaan QRIS melalui aplikasi wondr by BNI.

Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI, Mesah Roni Ginting, menyebut transaksi QRIS melalui aplikasi tersebut tumbuh signifikan secara tahunan.

“Menyambut bulan Ramadan, tren transaksi digital menunjukkan peningkatan yang kuat. Untuk QRIS melalui wondr by BNI tumbuh 163% secara year on year,” ujar Mesah.

Ia menambahkan, dari sisi volume transaksi, QRIS juga mencatat pertumbuhan yang tinggi dengan kenaikan mencapai 121% secara tahunan.

Melihat tren tersebut, BNI menargetkan seluruh transaksi digital ritel selama Ramadan hingga Idulfitri tahun ini dapat meningkat sekitar 39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Mesah, kenaikan transaksi dipicu oleh meningkatnya aktivitas belanja kebutuhan rumah tangga, pembayaran zakat dan donasi, hingga pengiriman THR secara digital.

Untuk mengantisipasi lonjakan transaksi, BNI memperkuat infrastruktur teknologi informasi melalui capacity planning dan stress test agar sistem tetap stabil saat terjadi lonjakan transaksi.

Selain itu, BNI juga mengoptimalkan kanal digital seperti wondr by BNI dan BNIdirect untuk berbagai kebutuhan transaksi masyarakat, mulai dari pembayaran belanja, zakat, pembelian tiket perjalanan, hingga pengiriman THR digital.

BNI juga memperluas ekosistem QRIS dengan mengaktifkan lebih banyak merchant di sektor ritel, makanan dan minuman, transportasi, hingga e-commerce.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) juga melihat tren transaksi digital mulai meningkat menjelang Ramadan.

SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, mengatakan hingga pertengahan Februari aktivitas transaksi digital BTN telah mencatatkan pertumbuhan lebih dari 10% secara bulanan.

“Menjelang Ramadan kami melihat akselerasi transaksi digital yang konsisten meningkat. Hingga pertengahan Februari aktivitas transaksi digital BTN tumbuh lebih dari 10% secara month to month,” kata Thomas.

Menurutnya, peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan pembayaran dan belanja masyarakat, pembayaran tagihan, serta transaksi di merchant melalui aplikasi Bale by BTN dan QRIS.

BTN menargetkan transaksi digital selama periode Ramadan hingga Idulfitri tahun ini dapat tumbuh lebih dari 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Thomas mengatakan target tersebut didukung oleh kesiapan kapasitas sistem, penguatan ekosistem merchant, serta pengawasan layanan yang lebih intensif selama periode puncak transaksi.

Ia menambahkan, penggunaan aplikasi Bale by BTN diperkirakan menjadi kontributor terbesar transaksi digital selama Ramadan dan Lebaran, terutama untuk transfer dana antar keluarga, pembayaran zakat, transaksi QRIS, top-up e-wallet, hingga pembayaran berbagai tagihan rutin.

Untuk menjaga kelancaran transaksi selama periode Ramadan dan Lebaran, BTN juga menyiapkan berbagai program promosi, peningkatan kapasitas infrastruktur teknologi, serta monitoring sistem secara intensif guna memastikan keamanan transaksi nasabah tetap terjaga.

Baca Juga: Kasus Fraud Tekan Kinerja Sejumlah Bank, Kepercayaan Nasabah Jadi Kunci

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×