kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Transaksi remintasi BRI tumbuh 12,3% hingga Oktober


Senin, 02 Desember 2019 / 16:42 WIB
Transaksi remintasi BRI tumbuh 12,3% hingga Oktober
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM BRI di Jakarta, Senin (13/6). PT Bank Negara Indonesia Tbk (BRI) masih menorehkan bisnis pengiriman uang dari dan ke luar negeri atau remitansi cukup positif. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/13/06/2016

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BRI) masih menorehkan bisnis pengiriman uang dari dan ke luar negeri atau remitansi cukup positif. Per Oktober 2019, transaksi bisnis ini tumbuh 12,3 % year on year (YoY).

Hary Purnomo, Sekretaris Perusahaan BRI mengungkapkan , transaksi pertumbuhan bisnis remitansi BRI hingga Oktober secara keseluruhan masih di atas target yang ditetapkan perseroan.

Baca Juga: Presiden angkat Luky Alfirman sebagai Dewan Komisioner LPS gantikan Robert Pakpahan

"Jumlah transaksi incoming remittance hingga Oktober mencapai 6,4 juta transaksi atau tumbuh sekitar 12,3% (yoy) dengan volume mencapai Rp 469,1 triliun," kata Hary pada Kontan.co.id, Senin (2/12).

Negara yang menjadi penyumbang bisnis incoming remitansi BRI adalah Malaysia, Arab Saudi, Timur Tengah, Taiwan, Jepang, Hong Kong, Singapura, dan Korea Selatan.

Hary bilang, fee based income (FBI) yang didapat dari bisnis remitansi ini juga tumbuh 10% YoY pada Oktober. Hanya saja dia tidak menyebut detail nilai pendapatan tersebut.

Hingga akhir tahun, BRI menargetkan FBI tumbuh 15% YoY. Bank pelat merah ini optimis itu dapat tercapai seiring tren meningkatnya aktivitas atau transaksi di akhir tahun.

Baca Juga: Belum melapor, OJK Batasi kegiatan pialang asuransi PT Visi Bersama Serantau

Adapun Strategi yang dilakukan untuk pencapaian target tersebut diantaranya melakukan inovasi teknologi, menawarkan fee yang kompetitif, dan penambahan kerjasama dengan counterpart remittance baru.

Seperti diketahui, pada kuartal III 2019, BRI berhasil membukukan FBI sebesar Rp 9,74 triliun atau tumbuh 13,7 % YoY. Adapun fee yang berkaitan dengan transaksi non e-channel mencapai Rp 638 miliar atau tumbuh 19,5 % YoY.

Sementara penyumbang FBI yang lain berasal dari administrasi simpanan Rp 2,99 triliun, administrasi kredit Rp2,97 triliun, kartu kredit Rp 202 miliar atau tumbuh 11,6% YoY, trade finance dan bisnis internasional Rp 1,25 triliun atau tumbuh 24,7%, fee dari e-channel Rp 256 miliar atau tumbuh 24,5% YoY, dan fee lain-lain Rp 241 miliar.

Baca Juga: Bunga tertinggi 6,7%, timbang bunga deposito terbaru bank di awal pekan ini




TERBARU

×