Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan kredit pada tahun buku 2026, meski menghadapi tekanan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).
Hingga Juli 2026, pertumbuhan kredit BNI secara bank only mencapai 27,01% secara tahunan (year-on-year/yoy). Realisasi tersebut sejatinya jauh melampaui target pertumbuhan kredit yang dipatok di rentang 8,8%-10% yoy untuk tahun buku 2026.
Menurut Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena, capaian ini menunjukkan momentum pertumbuhan dan demand kredit yang masih cukup kuat. Ia memastikan, hal ini didukung oleh kecukupan modal dan likuiditas yang memadai.
Baca Juga: Prabowo Minta Rekening Bank Diperluas, BRI dan BSI Siap Jalankan Arahan
Namun, BNI memproyeksikan NIM bakal menghadapi tekanan sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh persaingan suku bunga kredit di industri serta kenaikan biaya dana pihak ketiga. Untuk diketahui, BNI menurunkan proyeksi NIM pada 2026 dari 3,5% - 3,8% ke kisaran 3,3%-3,5%.
Meski demikian, bank melihat tekanan NIM tersebut dapat diimbangi dengan pertumbuhan kredit yang kuat. Toh, laba inti atau pre-provision operating profit (PPOP) BNI masih tumbuh 14,5% yoy pada semester I-2026.
Memasuki semester II-2026, BNI juga memperkirakan beban impairment masih akan cukup dinamis. Oleh karena itu, bank bakal menjaga permodalan dan likuiditas sebagai salah satu fokus utama.
"Untuk itu permodalan dan likuiditas menjadi fokus utama," ujar Paolo dalam paparan publik BNI, Rabu (9/9/2026).
Adapun untuk menjaga NIM sekaligus mendukung pertumbuhan kredit, BNI menyiapkan sejumlah strategi. Pertama, BNI bakal menjaga momentum pertumbuhan dana murah atau current account savings account (CASA) melalui optimalisasi platform digital, termasuk Wondr by BNI dan BNI Direct.
Strategi tersebut ditujukan untuk menjaga biaya dana atau cost of fund (CoF) perusahaan di tengah persaingan penghimpunan dana yang semakin ketat.
Kedua, BNI akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian serta kondisi likuiditas. Ketiga, BNI akan menjaga disiplin dalam melakukan pricing kredit agar margin tetap terjaga.
Dengan strategi tersebut, BNI optimistis dapat mencapai target pertumbuhan kredit 8,8%-10% yoy pada 2026, dengan NIM tetap berada di kisaran 3,3%-3,5%.
Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Perkuat Kepemimpinan Regional melalui Implementasi RCEO
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














