kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Uang palsu pecahan Rp 100.000 melonjak


Senin, 16 Mei 2011 / 16:36 WIB
ILUSTRASI. Petugas pemadaman kebakaran berusaha memadamkan api yang tersisa pasca ledakan besar di gudang penyimpanan Amonium Nitrat di kota Beirut, Lebanon.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Edy Can

JAKARTA. Jumlah uang kertas palsu terus meningkat. Pada Maret lalu, Bank Indonesia menemukan uang pecahan Rp 100.000 yang paling banyak dipalsukan.

Berdasarkan data Bank Indonesia, rasio uang pecahan Rp 100.000 yang dipalsukan dalam Rp 1 juta sebanyak 58,5%. Padahal, bulan sebelumnya hanya sebesar 39,6%. Sedangkan, rasio untuk uang pecahan Rp 50.000 yang dipalsukan dalam Rp 1 juta sebanyak 33,2%. Rasio ini masih lebih baik dari bulan sebelumnya sebesar 46,9%.

Ditinjau dari tempat, Surabaya merupakan wilayah yang paling banyak terdapat uang palsu. Jumlahnya mencapai 54,7% pada Maret lalu. Sedangkan di Jakarta hanya 21,8%.

Bank Indonesia mencatat, jumlah uang beredar di masyakarat sampai akhir April lalu sebanyak Rp 299,92 triliun. Rinciannya, uang kertas sebanyak Rp 296,31 triliun sedangkan sisanya untuk uang logam.

Peredaran uang tersebut terdiri dari pecahan Rp 100.000 sebanyak Rp 160,93 triliun, lalu pecahan Rp 50.000 sebanyak Rp 106,94 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×