kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Peredaran Uang Palsu Terus Turun


Kamis, 20 Mei 2010 / 11:48 WIB
Peredaran Uang Palsu Terus Turun


Reporter: Andri Indradie | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Peredaran uang palsu (upal) menunjukkan perkembangan yang bagus. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per 18 Mei 2010, jumlah uang beredar mencapai Rp 279 triliun. Dari jumlah tersebut, rasio uang palsu yang berdedar di masyarakat tercatat sebanyak 6 bilyet per 1 juta bilyet.

Deputi Direktur Direktorat Pengedaran Uang BI Adnan Djuanda mengatakan, rasio ini cukup mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2008, rasio pengedaran uang palsu masih 9 bilyet per 1 juta bilyet. Sementara pada 2009, rasio ini menurun menjadi 8 bilyet per 1 juta bilyet.

"Peredaran uang palsu di negara kita cenderung masih kecil. Di negara maju seperti Amerika Serikat, rasio uang palsu mencapai 30 bilyet per 1 juta bilyet," katanya kepada KONTAN, Rabu (19/5).

Adnan bilang, rasio uang palsu di Indonesia paling tinggi tercatat pada tahun 2005 sebanyak 11 bilyet per 1 juta bilyet. Menurutnya, penurunan rasio uang palsu ini terus menurun lantaran sosialisasi yang gencar tentang ciri-ciri keaslian uang, peningkatan fitur-fitur pengaman keaslian uang, dan kerjasama yang baik dengan kepolisian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×