kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45867,20   12,42   1.45%
  • EMAS1.371.000 1,18%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Usai Cross Ownership, Lippo dan MNC Tempatkan Perwakilan Direksi di MNC Bank dan NOBU


Senin, 20 Mei 2024 / 18:49 WIB
Usai Cross Ownership, Lippo dan MNC Tempatkan Perwakilan Direksi di MNC Bank dan NOBU
ILUSTRASI. Layanan nasabah di Kantor Cabang MNC Bank, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/11). KONTAN/BAihaki/17/11/2014


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Perkembangan terbaru terkait proses merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) semakin menemui titik terang. Beberapa langkah baru diperkirakan bakal terjadi pasca adanya cross ownership dari masing-masing pemegang saham kedua bank tersebut.

Sebagai informasi, pada 8 Mei 2024, terjadi transaksi saham dengan masuknya PT Prima Cakrawala Sentosa, yang dikendalikan oleh Lippo Group, ke MNC Bank dengan memegang kepemilikan saham 10%.

Sebaliknya, MNC Grup juga masuk ke Nobu Bank melalui KPIG dengan jumlah kepemilikan yang sama.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menilai transaksi cross ownership yang dilakukan oleh keduanya bisa menjadi pintu gerbang bahwa merger keduanya masih akan terjadi. Menurutnya, aksi tersebut bisa menjawab hal-hal yang selama ini sulit dilakukan keduanya untuk merger.

Baca Juga: BNI Pacu Pertumbuhan Transaksi Kartu TapCash

”Konsekuensi cross ownership ini kan masing-masing akan memiliki direktur di masing-masing bank tersebut,” ujar Dian, Senin (20/5).

Ia bilang dengan adanya perwakilan dari masing-masing bank tersebut, maka baik itu Lippo Grup maupun MNC Grup bisa saling memahami situasi tiap bank. Misalnya, menyamakan kultur hingga orientasi bisnis.

Lebih lanjut, Dian pun optimistis bahwa rencana merger antara dua bank tersebut tetap bakal terlaksana. Sembari, OJK juga melihat perkembangannya setelah adanya aksi cross ownership tersebut.

”Sejauh ini kan mereka juga belum menyatakan mundur dari rencana merger tersebut,” tambah Dian.

 

Sebagai catatan, kabar merger antara kedua bank tersebut mencuat di awal 2023. Mengingat, kala itu, dua bank milik konglomerasi besar ini belum bisa memenuhi modal inti minimum.

Namun, sembari berjalannya waktu, dua bank ini mampu memenuhi syarat tersebut. Sehingga, sempat berhembus kabar bahwa rencana penggabungan keduanya batal dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×