kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.874   -61,00   -0,34%
  • IDX 5.841   -55,54   -0,94%
  • KOMPAS100 757   -7,54   -0,99%
  • LQ45 577   -6,43   -1,10%
  • ISSI 202   -0,99   -0,49%
  • IDX30 328   -3,52   -1,06%
  • IDXHIDIV20 404   -3,95   -0,97%
  • IDX80 86   -0,83   -0,96%
  • IDXV30 109   -0,66   -0,60%
  • IDXQ30 106   -1,13   -1,06%

Walau BI Rate Tetap, Tren Bunga Deposito Perbankan Masih Naik


Sabtu, 24 Agustus 2024 / 07:35 WIB
Walau BI Rate Tetap, Tren Bunga Deposito Perbankan Masih Naik
ILUSTRASI. Suku bunga deposito perbankan meningkat, meski Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 6,25%.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga deposito perbankan meningkat, meski Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 6,25%.

Pada Juli 2024, BI mencatat bahwa suku bunga deposito satu bulan perbankan mencapai 4,73%, naik dari 4,63% pada bulan sebelumnya. 

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menilai kenaikan ini relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga: Bunga Deposito Perbankan Terus Merangkak Naik

"Suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai serta kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga perbankan,” ujar Perry.

Sebelumnya, data dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan adanya peningkatan suku bunga simpanan perbankan yang terjadi secara bertahap, sebagai respons terhadap kondisi likuiditas dan antisipasi kenaikan kredit.

Rata-rata suku bunga deposito rupiah perbankan naik 4 basis poin (bps) menjadi 4,13% pada Juni 2024. 

Baca Juga: Bidik Nasabah Tabungan, Seabank Punya Rasio CASA Tebal

Berdasarkan kelompok modal, suku bunga di Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 naik 8 bps menjadi 3,10%, sementara di KBMI 1 dan KBMI 3 masing-masing naik 3 bps menjadi 4,32% dan 3,90%.

LPS memperkirakan tren kenaikan suku bunga simpanan Rupiah akan berlanjut, didorong oleh kenaikan suku bunga BI pada April 2024 serta kondisi likuiditas dan target penyaluran kredit di tingkat bank individu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×