kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.163   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.559   -34,73   -0,46%
  • KOMPAS100 1.040   -10,36   -0,99%
  • LQ45 744   -12,17   -1,61%
  • ISSI 273   -1,59   -0,58%
  • IDX30 401   -0,83   -0,21%
  • IDXHIDIV20 487   -2,68   -0,55%
  • IDX80 116   -1,41   -1,20%
  • IDXV30 139   0,63   0,45%
  • IDXQ30 128   -0,94   -0,72%

Waspadai Gejolak Global, Bank Mandiri Perketat Penyaluran Kredit & Perkuat Likuiditas


Selasa, 21 April 2026 / 17:27 WIB
Waspadai Gejolak Global, Bank Mandiri Perketat Penyaluran Kredit & Perkuat Likuiditas
ILUSTRASI. Bank Mandiri tak berspekulasi arah suku bunga. Fokus pada pendanaan dan likuiditas jadi kunci. Pahami dampaknya bagi nasabah.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bersikap waspada menghadapi sisa tahun 2026. Ketidakpastian global, tekanan domestik, hingga dinamika suku bunga dinilai masih menjadi risiko utama bagi industri perbankan.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengungkapkan eskalasi geopolitik global berpotensi mengganggu rantai pasok dan memicu volatilitas harga komoditas serta pasar keuangan. Kondisi ini turut memengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk di Indonesia.

“Ketidakpastian global masih tinggi dan berdampak ke kondisi domestik, termasuk ke sektor perbankan,” ujarnya saat konferensi pers paparan kinerja perseroan, Selasa (21/4/2026).

Di dalam negeri, tekanan harga energi dan pelemahan daya beli masyarakat juga menjadi perhatian. Kedua faktor ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kredit, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap perlambatan ekonomi.

Baca Juga: Maknai Peran Pemberdayaan dalam Membangun Kartini Penggerak Ekonomi

Menghadapi kondisi tersebut, Bank Mandiri memilih memperketat strategi penyaluran kredit. Perseroan fokus pada sektor yang dinilai prospektif dan tahan terhadap tekanan ekonomi, sembari meningkatkan pengawasan portofolio secara intensif.

Hingga Maret 2026, kualitas aset Bank Mandiri masih terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat di bawah 1%, dengan coverage ratio mencapai 245%. Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) dijaga di atas 19%.

Di sisi lain, Bank Mandiri juga memperkuat fondasi likuiditas dan pendanaan. Strategi difokuskan pada peningkatan dana murah (CASA) melalui transaksi nasabah dan akselerasi layanan digital.

“Fokus kami bukan berspekulasi arah suku bunga, tapi memastikan struktur pendanaan dan likuiditas tetap adaptif,” jelasnya.

Selain itu, Bank Mandiri terus mendorong pertumbuhan bisnis berbasis ekosistem dan digital untuk menjaga stabilitas pendapatan, termasuk dari fee-based income.

Baca Juga: Kredit Bank Mandiri (BMRI) Naik 17,4% Tembus Rp 1.530 Triliun di Kuartal I-2026

Di tengah tantangan, Bank Mandiri tetap menjaga komitmen dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM serta mendukung program strategis pemerintah.

Dengan langkah tersebut, perseroan optimistis mampu menjaga kinerja tetap solid sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×