Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) mengidentifikasi sejumlah faktor yang berpotensi mendorong kenaikan rasio klaim pada tahun ini, mulai dari tekanan daya beli masyarakat hingga ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Corporate Secretary PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) Rahmat Dwiyanto mengatakan, tekanan terhadap daya beli masyarakat dapat memengaruhi pertumbuhan premi asuransi.
Baca Juga: Ini Perkembangan Terbaru Soal Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN oleh Danantara
"Dalam kondisi tersebut, rasio klaim dapat meningkat secara proporsional apabila pertumbuhan premi melambat," ujar Rahmat kepada Kontan.co.id, Kamis (18/6/2026).
Selain itu, ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah, dinilai berpotensi memengaruhi aktivitas perjalanan masyarakat.
Kondisi tersebut dapat berdampak pada kinerja sejumlah lini bisnis asuransi, baik melalui perlambatan pertumbuhan premi maupun peningkatan klaim.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, rasio klaim YOII tercatat sebesar 26,59% per Mei 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 19,45%.
Baca Juga: BI Rate Naik ke 5,5%, Bank Ina Siap Tinjau Ulang Bunga Simpanan
Meski demikian, Rahmat menegaskan bahwa rasio klaim tersebut masih berada dalam kategori sehat dan belum memberikan tekanan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.
Hal itu tercermin dari kinerja laba bersih YOII yang mencapai Rp 12,04 miliar per Mei 2026 atau melonjak 200,25% secara tahunan (year on year/YoY).
Untuk menjaga rasio klaim tetap terkendali, YOII telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah memperkuat kualitas portofolio melalui proses seleksi risiko (underwriting) yang lebih prudent dengan dukungan teknologi digital.
"Selain itu, kami juga mengoptimalkan program reasuransi, meningkatkan kemampuan deteksi fraud melalui analitik data, serta mendorong efisiensi proses klaim melalui digitalisasi dan otomatisasi," kata Rahmat.
Ia menambahkan, perusahaan juga terus melakukan diversifikasi portofolio secara terukur dengan tetap mengedepankan disiplin underwriting.
Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Melemah Jelang Pengumuman RDG BI Hari Ini (18/6)
Melalui berbagai langkah tersebut, YOII optimistis dapat menjaga rasio klaim pada level yang sehat sekaligus mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
Sebagai perbandingan, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan rasio klaim industri asuransi umum mencapai 41,5% per Maret 2026, meningkat dari 36% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













