kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Zurich Sebut Fenomena Bencana Alam & Cuaca Ekstrem Potensi Pengaruhi Frekuensi Klaim


Jumat, 21 Agustus 2026 / 20:25 WIB
Zurich Sebut Fenomena Bencana Alam & Cuaca Ekstrem Potensi Pengaruhi Frekuensi Klaim
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini dan terdapat ancaman El Nino menjadi perhatian industri asuransi umum. Sebab, kedua fenomena itu berpotensi membuat klaim industri meningkat pada Semester II-2026. 

Perusahaan asuransi umum PT Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) menilai fenomena bencana alam dan cuaca ekstrem berpotensi mempengaruhi frekuensi klaim. Meski demikian, Direktur Zurich Asuransi Indonesia Auralusia Rimadiana mengatakan saat ini masih terlalu dini untuk memperkirakan dampak kedua fenomena tersebut terhadap tren klaim Semester II-2026. 

"Oleh karena itu, Zurich terus memantau perkembangan situasi sambil memastikan layanan kepada nasabah tetap optimal apabila terjadi peningkatan klaim," ujarnya kepada Kontan, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Asei Sebut Perlindungan Bencana Perlu Diperluas, Seiring Adanya Risiko Gempa & Iklim

Hingga saat ini, Auralusia mengatakan Zurich belum menerima laporan klaim signifikan terkait gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Dia bilang pihaknya masih terus memantau perkembangan situasi.

"Kami siap membantu nasabah yang terdampak sesuai dengan manfaat perlindungan yang tercantum dalam polis," tuturnya.

Seiring meningkatnya risiko bencana, Auralusia mengatakan hal tersebut menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap risiko tersebut bagi masyarakat dan pelaku usaha. Terkait penerapan asuransi wajib bencana, dia bilang hal itu merupakan ranah kebijakan yang perlu dikaji lebih lanjut oleh regulator dan para pemangku kepentingan. 

Baca Juga: AAUI Sebut Perlu Adanya Perluasan Sistem Perlindungan Risiko Bencana Secara Nasional

"Dari perspektif Zurich, yang terpenting adalah meningkatkan literasi risiko dan akses masyarakat terhadap solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka," ucap Auralusia.

Sebagai informasi, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, industri asuransi umum membukukan nilai klaim sebesar Rp 12,92 triliun pada kuartal I-2026, atau meningkat 17,7% secara Year on Year (YoY). Adapun rasio klaimnya mencapai 41,5%, atau meningkat dari kuartal I-2025 yang sebesar 36,0%. 

Baca Juga: Zurich Life Beberkan Tantangan yang Bisa Pengaruhi Laba pada Tahun Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×