kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

10 unitlink campuran ini toreh kinerja di atas indeks hingga paruh pertama


Minggu, 08 Juli 2018 / 15:29 WIB
ILUSTRASI. Produk Unit Link baru Sun Life


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga Juni 2018, Infovesta Utama mencatat terdapat 10 produk unitlink berbasis campuran yang meraih return positif bahkan di atas rata-rata industri. Adapun di periode ini rata-rata return unitlink campuran merosot 5,34%. Berikut ulasannya.

Pada posisi pertama dan kedua, terdapat produk milik PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG yakni Simas Dynamic mencetak return 13,13% dan Simas Balance Fund 2 dengan imbal hasil 12,65%. Ketiga, Capital Managed Fund besutan PT Capital Life Indonesia dengan imbal hasil 6,71%. Keempat, B-Life Link Dana Kombinasi milik PT BNI Life Insurance dengan return 5,27%.

Kelima, Simas Balance Fund Syariah milik PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG membukukan return 3,50%. Keenam, Brilliance Xtra Progressive milik PT Sun Life Financial Indonesia dengan return 2,32%. Ketujuh, produk milik PT Avrist Assurance bertajuk Avrist Link Prime Invest Fund 002B Fund (HWM) mencatat imbal hasil 1,94%.

Kedelapan, Avrist Link Prime Invest Fund 003B Fund(HWM) catat imbal hasil 1,67% dan kesembilan produk bernama TM Link Managed Fund kepunyaan PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri mencatat imbal hasil sebesar 1,64% dan kesepuluh yakni Avrist Link Prime Invest 001B Fund (HWM) dengan imbal hasil 1,26%.

Senior Analyst Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, kinerja unitlink campuran diproyeksi akan meguat tipis di semester kedua ini. Sementara, hingga paruh pertama ini unitlink campuran memang merosot 5,34%.

"Indeks obligasi negara minus 2,58% sedangkan indeks obligasi korporasi menguat tipis 3,04%," kata Praska, ke Kontan.co.id, akhir pekan ini.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di periode ini juga merosot hingga 8,75% sehingga turut menyeret kinerja unitlink campuran. Hingga akhir tahun ini Praska meramal unitlink jenis ini diharapkan mampu mencetak imbal hasil 6%-8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×