kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

18 perusahaan asuransi Tanah Air dimiliki asing dengan porsi di atas 80%


Selasa, 22 Mei 2018 / 18:21 WIB
18 perusahaan asuransi Tanah Air dimiliki asing dengan porsi di atas 80%
ILUSTRASI. Ilustrasi Opini - Peluang & Tantangan Industri Asuransi


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemain joint venture di sektor perasuransian terbilang banyak. Beberapa diantaranya bahkan memiliki porsi kepemilikan saham asing di atas 80%.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, saat ini ada 22 perusahaan asuransi umum konvensional yang merupakan joint venture. Dari jumlah tersebut, enam entitas diantaranya punya porsi saham asing di atas 80%.

Sementara di bisnis asuransi jiwa konvensional, jumlah pemain joint venture jumlahnya ada 23 perusahaan. Sebanyak 12 perusahaan diantaranya tercatat memiliki pemegang saham asing di atas 80%.

Kepala Eksekutif Pengawas IkNB OJK Riswinandi bilang perusahaan joint venture memang menjadi fokus dalam identifikasi terkait porsi kepemilikan saham asing yang akan dilakukan terkati adanya Peraturan Pemerintah nomor 14 tahun 2018.

"Yang mungkin memang harus didalami adalah 18 perusahaan yang porsi saham asingnya di atas 80% tersebut," kata dia, Selasa (22/5).

Sebenarnya dalam beleid tersebut, perusahaan yang memiliki porsi saham asing sebelum aturan tersebut diundangkan, maka terbebas dari ketentuan batas maksimal sebesar 80%. Aturan yang akan berlaku adalah porsi maksimal sebesar 80% oleh investor asing untuk tiap rencana penyuntikan modal baru yang akan dilakukan masa datang.

Bila dirunut ke belakang, besarnya porsi saham asing di beberapa perusahaan ini bermula pada krisis ekonomi di tahun 1997-1998. Dimana sejumlah pemegang saham domestik tak mampu menyuntikan modal tambahan pada sejumlah perusahaan asuransi, sehingga akhirnya harus rela terdilusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×