kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

4 Kebijakan BI melindungi bank dari krisis


Kamis, 29 Agustus 2013 / 16:31 WIB
ILUSTRASI. Jika ingin berinvestasi properti di luar negeri simak seperti apa biaya tambahan, tingkat pertumbuhan harga jual dan yang pasti risikonya. (Photo by Suhaimi Abdullah/NurPhoto)NO USE FRANCE


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Selain menata semua instrumen moneter, Bank Indonesia (BI) juga tak mau kecolongan atas ancaman krisis yang mengintai industri perbankan. Oleh sebab itu, BI memperkuat kebijakan makro prudensial untuk pengelolaan kredit dan manajemen risiko perbankan.

“Sebagai tindak lanjut keputusan RDG sebelumnya, ada beberapa penguatan kebijakan,” jelas Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Difi A Johansyah, Kamis (29/8).

Kebijakan tersebut adalah:

Pertama, penguatan ketentuan Loan-to-Value (LTV) terhadap tipe-tipe tertentu kredit kepemilikan rumah dan apartemen akan diberlakukan dalam waktu dekat. Dalam hal ini, uang muka kredit properti kemungkinan besar akan dinaikkan dari patokan sekarang sebesar 30% dan kepemilikan rumah kedua.

Kedua, langkah-langkah pengawasan (supervisory action) terhadap bank-bank yang penyaluran kreditnya masih tinggi juga dilakukan. Ini berguna untuk mencegah potensi kredit macet saat ekonomi melambat secara drastis.

Ketiga, untuk memperkuat manajemen risiko likuiditas perbankan, dilakukan penguatan ketentuan GWM-LDR dan GWM Sekunder.

Keempat, Bank Indonesia juga akan memperhitungkan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) sebagai komponen Giro Wajib Minimum (GWM) Sekunder.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×