kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

AAJI Nilai Pelemahan Rupiah Tak Berdampak Besar Terhadap Imbal Hasil Unitlink


Kamis, 02 Oktober 2025 / 13:53 WIB
AAJI Nilai Pelemahan Rupiah Tak Berdampak Besar Terhadap Imbal Hasil Unitlink
ILUSTRASI. Petugas keamanan merapikan berbagai logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta, Senin (2/12/2024). Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai pelemahan Rupiah tidak berdampak besar terhadap kinerja imbal hasil unitlink secara keseluruhan.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai pelemahan Rupiah tidak berdampak besar terhadap kinerja return (imbal hasil) unitlink secara keseluruhan.

Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, mengatakan pada dasarnya pelemahan rupiah dapat memengaruhi instrumen investasi yang berbasis valuta asing.

Namun, untuk produk untilink, dia bilang perusahaan asuransi jiwa selalu menempatkan investasi sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menerapkan strategi jangka panjang berbasis manajemen risiko. 

Baca Juga: Indonesia Re Nilai Pelemahan Rupiah Tak Berdampak pada Premi Retrosesi

"Oleh karena itu, pelemahan rupiah dalam jangka pendek tidak serta-merta berdampak besar pada kinerja return unitlink secara keseluruhan," katanya kepada Kontan, Kamis (2/10).

Meskipun demikian, Togar menyampaikan perusahaan asuransi jiwa perlu terus menyesuaikan strategi investasinya dengan portofolio bisnis yang dimiliki.

Dia bilang terdapat faktor eksternal yang dapat memengaruhi investasi unitlink dan harus dicermati perusahaan asuransi jiwa, antara lain dinamika ekonomi global dan nasional, pergerakan pasar saham, serta kebijakan pemerintah terkait suku bunga dan obligasi.

"Dengan kondisi tersebut, perusahaan dituntut untuk disiplin dalam manajemen risiko, melakukan diversifikasi portofolio, serta menjaga komunikasi yang transparan kepada pemegang polis mengenai potensi risiko maupun peluang investasi unitlink," tuturnya.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Diproyeksi Menguat Tipis pada Senin (29/9)

Togar menilai dengan menerapkan strategi itu, industri asuransi jiwa dapat menjaga kepercayaan masyarakat, sekaligus memaksimalkan peluang pertumbuhan.

Sebagai informasi, data Infovesta secara year to date (ytd) atau sampai Agustus 2025, mencatat unitlink berbasis pendapatan tetap berkinerja paling positif, dengan rata-rata imbal hasil sebesar 5,17% per Agustus 2025. 

Baca Juga: Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Turun, Cermati Prospeknya Hingga Akhir Tahun

Diikuti, unitlink campuran dengan rata-rata imbal hasil per Agustus 2025 sebesar 3,65%, kemudian unitlink saham dengan rata-rata return 3,09%, sedangkan rata-rata return unitlink pasar uang sebesar 2,91%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×