kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

AASI Proyeksikan Peluang Pemulihan Asuransi Jiwa Syariah pada 2026


Minggu, 25 Januari 2026 / 15:24 WIB
AASI Proyeksikan Peluang Pemulihan Asuransi Jiwa Syariah pada 2026
ILUSTRASI. Ilustrasi Industri Syariah (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan mencatat penurunan kontribusi asuransi syariah 5% secara tahunan per November 2025.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Rudy Kamdani memandang situasi tersebut terjadi karena adanya pergeseran portofolio dari produk unit link syariah menuju produk tradisional syariah. 

"Dalam periode ini terjadi pergeseran (product shifting) portofolio dari produk unit link syariah menuju produk tradisional syariah," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga: Tertekan Tahun Lalu, Begini Prospek Industri Asuransi Syariah pada Tahun 2026

Meski sebelumnya produk unit link mendominasi kontribusi karena memiliki nilai kontribusi yang relatif besar, namun perubahan preferensi pasar, meningkatnya kehati-hatian nasabah, dan penyesuaian regulasi turut memengaruhi kinerja segmen ini.

Kondisi tersebut mendorong peralihan ke produk tradisional syariah yang bersifat proteksi murni dengan ragam produk yang lebih luas dan basis peserta yang lebih besar.

Lebih lanjut, Rudy menilai bahwa penurunan kontribusi ini lebih bersifat value-driven dibandingkan volume-driven karena dari sisi operasional dan jumlah peserta industri tidak mengalami kontraksi signifikan.

Memasuki tahun 2026, Rudy melihat peluang pertumbuhan industri asuransi syariah akan menguat dengan target pengembangan mengarah pada akselerasi pertumbuhan berkelanjutan.

Baca Juga: Zurich Syariah Fokus Dorong Pertumbuhan Asuransi Syariah Berkelanjutan pada 2026

"Target pengembangan lini asuransi syariah ke depan akan mengarah pada akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan," katanya.

Optimisme ini didukung dengan rekonstruksi industri yang akan berlangsung, salah satunya adalah proses spin off Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi perusahaan asuransi syariah penuh (full-fledged).

Perusahaan yang melakukan spin off dinilai memiliki dorongan kuat untuk meningkatkan kinerja setelah menjadi entitas mandiri karena akan berfokus pada usaha berkelanjutan.

Selain itu, perusahaan juga akan memiliki keleluasaan yang besar dalam mengembangkan produk, menerapkan strategi distribusi, dan mengelola investasi sehingga bisa mendorong peningkatan pendapatan kontribusi dan kualitas portofolio.

Rudy juga mengatakan kalau perbaikan kinerja industri diperkuat dengan rencana penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan tenor hingga 50 tahun. 

Baca Juga: Allianz Syariah Gandeng BTPN Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa Guardia RENCANA Syariah

Menurutnya instrumen ini dapat memberikan underlying aset jangka panjang yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan asuransi syariah, khususnya dalam pengembangan berbasis investasi dan proteksi jangka panjang seperti endowment, whole life, dan pensiun syariah.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Rudy mengatakan bahwa industri asuransi jiwa harus menguatkan kolaborasi dan konsolidasi antara perusahaan asuransi jiwa syariah, asuransi umum syariah, dan reasuransi syariah.

"Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, strategi perusahaan pada 2026 akan difokuskan pada penguatan kolaborasi ekosistem asuransi syariah," ujarnya.

Strategi pertumbuhan industri diarahkan pada penguatan pengembangan pasar melalui penggarapan ekosistem halal berbasis komunitas dan keterlibatan dalam proyek SBSN.

Baca Juga: JMA Syariah Sebut Sudah Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum untuk 2026

Sementara itu dari kanal asuransi jiwa, strategi dapat difokuskan pada peningkatan jumlah dan kualitas tenaga pemasar guna memperluas penetrasi pasar dan mendorong kontribusi jangka panjang.

Bagi AASI sendiri, mereka akan berusaha mendorong kolaborasi berbasis konsorsium antarperusahaan dalam pengembangan produk bersama.

Rencana itu mencakup pengembangan produk asuransi syariah untuk masjid dan marbot melalui kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Selain itu, AASI juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia untuk berkolaborasi dalam mendukung penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 dan layanan Umrah.

Selanjutnya: Buma Internasional Grup (DOID) Suntik Modal ke 29Metals, Begini Rekomendasi Sahamnya

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×