kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45899,31   5,35   0.60%
  • EMAS935.000 -0,53%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

AAUI: Premi asuransi harta benda dan kendaraan bermotor masih akan mendominasi


Senin, 08 Februari 2021 / 19:39 WIB
AAUI: Premi asuransi harta benda dan kendaraan bermotor masih akan mendominasi
ILUSTRASI. Parkir kendaraan roda empat di salah satu apartemen di Jakarta, Selasa (11/8). KONTAN/Carolus Agus Waluyo

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Dalimunthe memproyeksikan, pendapatan premi industri asuransi umum di lini bisnis Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor masih akan mendominasi di tahun ini.

"Lini bisnis Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor masih akan dominan di posisi 2021 ini," kata Dody kepada kontan.co.id, Selasa (8/2).

Sementara itu sampai dengan September 2020, pendapatan premi industri asuransi umum dari penjualan langsung dan pialang asuransi masih mendominasi. Kedua jalur penjualan itu masing-masing berkontribusi sebesar 31%.

Baca Juga: BPUI akan mendapat PMN Rp 20 triliun, anggota DPR ini sebut BPUI malah kebingungan

Lalu penjualan asuransi lewat bank dan lembaga pembiayaan menyumbang 15% total premi. Sementara, premi dari keagenan sebesar 13% dan distribusi lain-lain menyumbang 20%.

Asal tahu saja, penurunan bisnis asuransi umum masih berlanjut mendekati akhir tahun lalu. Hal ini terlihat dari penurunan pendapatan premi industri asuransi umum mencapai 7,0% yoy atau setara Rp 4,02 triliun menjadi 53,87 triliun hingga September 2020, menurut data AAUI.

Dari total 14 lini usaha asuransi, sebanyak delapan usaha mencatatkan kinerja negatif di sepanjang kuartal tiga tahun ini. Penurunan terbesar dibukukan pada lini asuransi kendaraan minus 20,9%, premi dari asuransi aneka  minus 20,6% dan premi asuransi penjaminan turun 16,4%.

Dody menjelaskan bahwa, terkait dengan pandemi covid-19, dimana banyak bidang usaha yang terkena dampak, maka dampak bagi industri asuransi adalah penurunan pertumbuhan premi, dikarenakan turunnya daya beli masyarakat serta penurunan profit usaha perusahaan. 

Baca Juga: Simas Net targetkan premi asuransi mencapai Rp 1 triliun pada tahun ini

"Dalam mengantisipasi dampak di asuransi umum, maka perusahaan asuransi perlu melakukan review lini usaha, dengan menerapkan seleksi risiko (prudent underwriting). Bisnis yang sudah menunjukkan loss ratio buruk sebaiknya dikurangi atau dihindari," ujar Dody.

Selain itu juga menurut Dody, saat ini waktunya untuk me-review kembali pencatatan pencadangan teknis untuk memastikan perusahaan asuransi dapat melaksanakan liability ke depan.

"Pandemi ini juga menjadi triger bagi perusahaan asuransi umum sebagaimana juga bidang usaha lain untuk mengimplementasikan teknologi. Hal ini berlaku untuk semua sisi seperti pemasaran, underwriting, keuangan, analisa data yang mengarah kepada keputusan strategis, bahkan juga mengarah kepada artificial intellgence," imbuh Dody.

Selanjutnya: PasarPolis fokus menggarap bisnis insurtech di 3 negara ini

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×