Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatatkan penyaluran pembiayaan baru sekitar Rp23 triliun hingga Juni 2026. Realisasi tersebut diklaim tumbuh positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, pertumbuhan pembiayaan baru hingga semester I-2026 masih ditopang oleh segmen otomotif yang menjadi kontributor utama bisnis perusahaan.
“Hingga Juni 2026, penyaluran pembiayaan baru perusahaan tercatat sekitar Rp23 triliun, tumbuh positif dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan masih sejalan dengan target perusahaan,” ujar Gani kepada Kontan, Jumat (10/7/2026).
Baca Juga: Jasindo: Peluang Pertumbuhan Asuransi Properti Masih Terbuka hingga Akhir 2026
Ia menyebutkan, sekitar 70% dari total pembiayaan Adira Finance masih berasal dari segmen otomotif. Perusahaan berharap momentum pertumbuhan pembiayaan dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2026.
Kendati begitu, Gani mengakui industri pembiayaan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari dinamika kondisi ekonomi global dan domestik, daya beli masyarakat, hingga perkembangan industri otomotif.
Karena itu, Adira Finance akan tetap fokus menjaga pertumbuhan yang berkualitas dengan mempertimbangkan keseimbangan antara volume pembiayaan, tingkat risiko, dan kualitas aset.
Baca Juga: Sejumlah Pelaku Industri Asuransi Rekayasa Mengatisipasi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
“Perusahaan akan berupaya mendorong pertumbuhan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan kondisi ekonomi,” katanya.
Untuk menjaga kinerja bisnis hingga akhir tahun, Adira Finance akan menjalankan sejumlah strategi, mulai dari memperkuat kerja sama dengan dealer dan mitra strategis, menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, hingga menerapkan strategi harga berbasis risiko.
Selain itu, perusahaan juga akan memperkuat proses analisis pembiayaan (underwriting) dan penagihan (collection) guna menjaga kualitas portofolio pembiayaan di tengah dinamika industri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














