Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia menghadapi sejumlah tantangan pada bisnis asuransi rekayasa sepanjang semester I-2026.
"Sepanjang semester I-2026, bisnis asuransi rekayasa di Asuransi Asei mengalami tantangan signifikan," ujar Direktur Utama Asuransi Asei Indonesia, Dody Dalimunthe kepada Kontan, Selasa (14/7/2026).
Dody mengaku, penundaan sejumlah proyek pemerintah dan evaluasi risiko di sekitar lokasi proyek membuat perusahaan memutuskan untuk tidak ikut terlibat dalam penerbitan polis.
Di sisi lain, kerusakan pada lokasi pertanggungan termasuk akibat banjir beberapa wilayah turut menyebabkan peningkatan cadangan klaim pada periode ini.
Baca Juga: Asuransi Asei Ungkap Faktor-Faktor yang Berpotensi Menekan Hasil Investasi Tahun Ini
Namun, dengan tantangan yang masih membayangi itu Dody berkata kalau perusahaan akan lebih memperketat proses seleksi risiko dan merekomendasikan perbaikan pengelolaan risiko kepada tertanggung.
Apalagi, pelaku usaha kini lebih selektif dalam melakukan investasi sehingga proses underwriting harus dilakukan dengan cermat guna menjaga kualitas portofolio.
Katanya selain mengejar pertumbuhan premi, perusahaan akan mengutamakan pertumbuhan yang sehat dengan terus menjaga profitabilitas dan kualitas risiko.
Hingga akhir tahun ini, prospek asuransi rekayasa diprediksi masih cukup baik terutama jika pembangunan infrastruktur nasional, investasi industri, serta proyek energi dan hilirisasi terus berjalan sesuai rencana pemerintah.
Di samping itu, Dody melihat proyek-proyek strategis pemerintah dan sektor prioritas masih jadi penopang permintaan perlindungan asuransi rekayasa ke depannya.
Baca Juga: Ini Kata Asei Soal Penjaminan Polis Tidak Jamin Unsur Investasi di Produk Asuransi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














