kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Asuransi Properti Masih Jadi Penopang Utama Premi Asuransi Umum di 2026


Jumat, 09 Januari 2026 / 22:00 WIB
Asuransi Properti Masih Jadi Penopang Utama Premi Asuransi Umum di 2026
ILUSTRASI. Lini bisnis asuransi properti masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan premi industri asuransi umum. (./.)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lini asuransi properti masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan premi industri asuransi umum.

Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi asuransi properti mencapai Rp 24,75 triliun, atau tumbuh sebesar 5,4% secara Year on Year (YoY). 

Lini tersebut berkontribusi sebesar 29,2% terhadap total pendapatan premi asuransi umum per kuartal III-2025 yang mencapai Rp 84,72 triliun.

Mengenai hal itu, Pengamat Asuransi Wahyudin Rahman memperkirakan asuransi properti masih akan menjadi salah satu penopang utama premi di industri asuransi umum pada 2026. 

"Meskipun demikian, pertumbuhannya akan cenderung moderat pada 2026," katanya kepada Kontan, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: OJK Setujui Pembentukan Satu Konsorsium Terkait Asuransi Kredit untuk Fintech Lending

Lebih lanjut, Wahyudin menerangkan pertumbuhan asuransi properti pada tahun ini kemungkinan besar akan tetap ditopang oleh proyek komersial dan pembiayaan perbankan. Namun, dia bilang tekanan klaim dan selektivitas risiko akan membuat pertumbuhan lebih berkualitas, bukan sekadar volume.

Untuk memaksimalkan pertumbuhan pada 2026, Wahyudin menilai perusahaan asuransi umum perlu menerapkan berbagai strategi. Dia menyebut perusahaan asuransi umum perlu fokus pada inovasi produk ritel, penguatan kerja sama dengan bank dan developer, pemanfaatan digital untuk distribusi dan klaim, serta disiplin underwriting. 

"Selain itu, edukasi risiko kepada nasabah juga penting agar asuransi properti tidak hanya dipandang sebagai kewajiban kredit, tetapi kebutuhan perlindungan jangka panjang," ucap Wahyudin.

Sementara itu, AAUI sempat menjelaskan penyebab utama asuransi properti masih menjadi penopang utama premi asuransi umum. Wakil Ketua AAUI untuk Bidang Statistik dan Riset AAUI Trinita Situmeang menjelaskan pendapatan premi lini tersebut tak terlepas dari meningkatnya kepercayaan masyarakat, terutama berasal dari segmen korporasi.

"Memang kesadaran dari sektor korporasi didorong adanya kebutuhan perusahaan terhadap asuransi properti. Jadi, dalam hal pemetaan risiko perusahaan salah satunya mereka harus melakukan transfer risiko kepada asuransi," katanya saat ditemui seusai acara di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025) silam.

Selain itu, Trinita mengatakan kesadaran masyarakat yang mulai memahami bahwa Indonesia berada di wilayah ring of fire, membuat lini asuransi properti terus dibutuhkan sehingga berdampak terhadap kinerja. Ditambah, adanya peningkatan aktivitas sektor properti hingga konstruksi turut menyumbang pertumbuhan lini asuransi properti. 

Baca Juga: OJK: Piutang Pembiayaan Bermasalah Multifinance di Wilayah Bencana Sumatra Meningkat

Selanjutnya: Wall Street Dibuka Variatif Jumat (9/1), Menunggu Putusan Hukum Tarif Trump

Menarik Dibaca: 5 Makanan Sehari-hari yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×