kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

OJK: Piutang Pembiayaan Bermasalah Multifinance di Wilayah Bencana Sumatra Meningkat


Jumat, 09 Januari 2026 / 20:48 WIB
OJK: Piutang Pembiayaan Bermasalah Multifinance di Wilayah Bencana Sumatra Meningkat
ILUSTRASI. OJK menyampaikan perkembangan mengenai kondisi piutang pembiayaan multifinance yang terdampak bencana banjir besar di Sumatra. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan perkembangan mengenai kondisi piutang pembiayaan multifinance yang terdampak bencana banjir besar di Sumatra.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan berdasarkan data per November 2025, piutang pembiayaan bermasalah multifinance di wilayah yang terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terlihat meningkat 0,60% month to month (mtm) atau sebesar Rp 4,78 miliar.

"Jadi, totalnya sebesar Rp 807,70 miliar," katanya dalam konferensi pers RDK OJK, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: OJK Terima 56.620 Pengaduan Konsumen Sepanjang 2025, Pinjol Ilegal Dominan

Agusman menambahkan perkembangan itu menunjukkan adanya kenaikan risiko pembiayaan di wilayah yang terdampak bencana tersebut. Dia bilang OJK terus memantau perkembangannya secara berkala.

Sejalan dengan itu, Agusman menyampaikan kebijakan restrukturisasi pembiayaan bagi debitur terdampak bencana yang sudah dikeluarkan oleh OJK dapat diimplementasikan secara penuh dengan menjaga kualitas kredit dan kualitas pembiayaan.

"Tentunya juga untuk mendukung pemulihan kemampuan membayar dari nasabah yang terdampak," ucap Agusman.

Baca Juga: Aset Perusahaan Penjaminan Tumbuh 2,03% per November 2025, OJK Catat Perlambatan

Sementara itu, OJK mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 506,82 triliun per November 2025. Nilainya tumbuh 1,09% secara tahunan atau Year on Year (YoY). Adapun kinerjanya didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 8,99% secara YoY.

Adapun angka Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per November 2025 sebesar 2,44%. Angkanya terbilang membaik, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,47%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×