kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Awas, Fintech Bisa Menggantikan Perbankan


Jumat, 31 Maret 2017 / 21:22 WIB


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

JAKARTA. Ke depan fungsi bank bakal diagregrasi oleh fintech. Jadi, fungsi bank sebagai pembayaran, simpan dan pinjam akan diganti dengan fintech. “Dan sudah terjadi saat ini. Ada fintech yang fokus sebagai agregator dan lainnya,” terang Yosamartha,  Analis Senior Fintech Office Bank Indonesia (BI) saat IndoFintech2017,  yang diadakan oleh Royal Media Integrated Communication, Kamis (30/3), dalam rilis yang diterima KONTAN.

Bisa saja  lima sampai 10 tahun ke depan, seluruh fungsi fintech melebur menjadi satu dan fungsi bank universal bisa menjadi fintech universal;. Nah, BI  harus bisa mengantisipasi perkembangan fintech. ”Saat ini sekitar 99% model bisnis fintech sudah kita okein, kecuali startup, makanya kami membuka diskusi,” kata Yosamartha.

Besarnya peluang bisnis fintech, mendorong masuknya pemain asing. Salah satunya Truemoney.  Geert Warlop,Chief Operation Officer Truemoney International  menyebut, pihaknya tertarik berbisnis di Indonesia karena potensinya yang besar. Masih ada sekitar 64% penduduk yang belum bankable dan jumlah penduduk yang besar. Truemoney sudah ada di Indonesia sejak tahun lalu dan memiliki sekitar 16.000 agen. “Kami masih mengandalkan agen, karena kami ingim menjangkau orang yang belum bankable,” ujar Warlop. Truemoney merupakan salah satu lini bisnis dari Charoen Phokphan Group.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×