kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Bagaimana nasib Visa & Mastercard setelah GPN?


Minggu, 24 September 2017 / 10:48 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Bank Indonesia (BI) mengatakan prinsipal luar negeri seperti Visa dan Mastercard harus menyiapkan strategi guna menyambut era gerbang pembayaran nasional (GPN). Hal ini karena, di beberapa negara yang sudah mempunyai gerbang pembayaran sendiri, transasi Visa dan Mastercard memang akan cenderung turun karena penerusan transaksi atau routing harus dilakukan di lokal.

Dengan fenomena gerbang pembayaran di masing-masing negara, menurut Onny Widjanarko, Kepala Pusat Program Transformasi BI, di beberapa negara di dunia, Visa dan Mastercard biasanya sudah melakukan riset lengkap dan penyiapan strategi.

"Pertama adalah mereka biasanya melakukan kerja sama dengan switching atau prinsipal lokal," kata Onny, Jumat (22/9).

Selain itu, mereka akan menawarkan jasa lain yaitu keamanan teknologi dan membantu membangun infrastruktur GPN domestik. Visa dan Mastercard juga akan memberikan jasa layanan sistem pembayaran cross border bagi nasabah yang sedang berpergian keluar negeri.

Sebelumnya tercatat Visa mengaku telah membangun dua pusat datanya di dalam negeri guna menyesuaikan ketentuan BI mengenai GPN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×