kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bakal Gelar Rights Issue, IBK Bank Siap Terbitkan 11,7 Miliar Saham


Jumat, 05 Januari 2024 / 14:52 WIB
Bakal Gelar Rights Issue, IBK Bank Siap Terbitkan 11,7 Miliar Saham
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah?PT Bank IBK Indonesia Tbk. PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) bakal kembali melakukan penambahan modal di tahun 2024 lewat rights issue.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) bakal kembali melakukan penambahan modal di tahun 2024 ini. Langkah tersebut dilakukan melalui Penawaran Umum Terbatas VI dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (5/1), bank yang dimiliki Industrial Bank of Korea (IBK) tersebut akan menerbitkan 11,7 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Bank IBK akan meminta persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 13 Februari 2024.

Hanya saja, jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut bergantung pada keperluan dana dan harga pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas VI. Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk keperluan modal kerja Bank IBK.

Baca Juga: Laba IBK Bank Naik 120,97% hingga Kuartal III

Dalam hal terjadi perubahan jumlah maksimum saham yang akan diterbitkan, maka Bank IBK akan mengumumkannya bersamaan dengan iklan panggilan rapat yaitu pada Senin, 22 Januari 2024.

“Dengan adanya peningkatan modal tersebut, struktur permodalan akan menjadi lebih baik dan perseroan akan memiliki pendanaan yang cukup untuk menjalankan strategi usahanya,” tulis manajemen dalam keterbukaan tersebut.

Dengan dilaksanakannya penambahan modal melalui Penawaran Umum Terbatas VI tersebut, maka saham yang dikeluarkan Bank IBK sebelum Penawaran Umum Terbatas VI dapat terdilusi paling banyak 23,65%.

Sebagai informasi, saat ini IBK sebagai pemegang saham pengendali masih mengempit kepemilikan saham sebahanya 93,24%. Sisa kepemilikan sahamnya sekitar 6,7% dimiliki oleh masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×