kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.916   46,00   0,26%
  • IDX 5.693   -127,81   -2,20%
  • KOMPAS100 737   -15,50   -2,06%
  • LQ45 562   -11,43   -2,00%
  • ISSI 197   -3,82   -1,90%
  • IDX30 319   -6,05   -1,86%
  • IDXHIDIV20 394   -6,97   -1,74%
  • IDX80 84   -1,75   -2,05%
  • IDXV30 107   -1,24   -1,15%
  • IDXQ30 103   -1,99   -1,89%

Bank besar rebutan kue bisnis uang elektronik


Selasa, 11 April 2017 / 21:07 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

Mira Wibowo, Executive Vice President Kepala Divisi Transaction Banking Bussiness BCA memproyeksi dengan adanya interkoneksi ini, nominal transaksi Flazz bisa mengalami kenaikan dua kali lipat. “Posisi terakhir nominal transaksi Flazz BCA sebesar Rp 750 miliar,” ujar Mira, Selasa (11/4).

Saat ini tercatat jumlah kartu Flazz BCA sebesar 10 juta kartu dengan dana mengendap sebesar Rp 200 miliar. Untuk ruas tol BCA sudah melayani di beberapa ruas seperti Cipali, Cikarang Utama, dan Purbaleunyi.

Diyah Permata, Pemimpin Unit Electronic Banking BNI mengharapkan dengan adanya interkoneksi ini transaksi TapCash bisa mengalami kenaikan cukup besar. Namun Diyah belum mau merinci detail angka terakhir untuk TapCash.

Selain bank besar, beberapa bank menengah juga mengincar transaksi u-nik seiring dengan dibukanya sistem atau interkoneksi uang elektronik ini.

Lani Darmawan , Direktur Consumer Banking CIMB Niaga mengatakan dengan adanya interkoneksi ini akan mempercepat proses pembayaran dan mengurangi kemacetan di jalan tol. “Kami harapkan sistem u-nik ini bisa dibuka bebas bagi perbankan,” ujar Lani.

Jenny Wiriyanto, Direktur Business Banking Maybank Indonesia mengaku dalam waktu dekat akan meluncurkan platform uang elektronik baik yang berbasis server maupun chips.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×