kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45909,31   7,91   0.88%
  • EMAS1.354.000 1,65%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bank besar rebutan kue bisnis uang elektronik


Selasa, 11 April 2017 / 21:07 WIB
Bank besar rebutan kue bisnis uang elektronik


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Beberapa bank besar bersaing untuk memperebutkan pangsa pasar uang elektronik (u-nik). Hal ini setelah Bank Indonesia (BI) memastikan pada Juni 2017 nanti akan ada pembukaan sistem dan interkoneksi uang elektronik.

Saat ini untuk bisnis uang elektronik, Bank Mandiri masih memimpin dengan pangsa pasar sebesar 70% kemudian disusul BCA kemudian BRI dan BNI. Tingginya pangsa Bank Mandiri di uang elektronik ini disebabkan terkait transaksi tol yang mayoritas menggunakan kartu e-money milik Mandiri.

Namun Mandiri harus waspada, karena dengan interkoneksi uang elektronik, maka akan ada sinergi yang mengharuskan bank membuka sistem yang sudah ada seperti di jalan tol. Bahkan pengelola jalan tol menargetkan pada Oktober 2017 ini seluruh jalan tol harus dibuka ke 4 bank besar (Mandiri, BCA, BRI dan BNI).

Haryo Parampara Assistant Vice President Corporate Banking II Group Bank Mandiri mengatakan bank sudah menyiapkan strategi untuk menyambut interkoneksi dan menjaga pangsa pasar uang elektronik.

“Saat ini tercatat jumlah kartu e-money yang beredar sebesar 9 juta kartu dengan pangsa pasar 70% kami akan jaga pangsa ini,” ujar Haryo setelah ditemui di acara penandatanganan kerja sama dengan Railink, Selasa (11/4).

Pada Juli 2017 nanti dengan berjalannya kereta bandara, diharapkan bisa meningkatkan transaksi e-money.

Rico Ustavia Frans, Direktur Digital Banking dan Teknologi Bank Mandiri mengatakan secara umum bank sudah siap terkait dengan proses interkoneksi uang elektronik. “Ada beberapa ruas tol yang masih dalam proses penambahan (deployment),” ujar Rico kepada KONTAN, Selasa (11/4).

Mira Wibowo, Executive Vice President Kepala Divisi Transaction Banking Bussiness BCA memproyeksi dengan adanya interkoneksi ini, nominal transaksi Flazz bisa mengalami kenaikan dua kali lipat. “Posisi terakhir nominal transaksi Flazz BCA sebesar Rp 750 miliar,” ujar Mira, Selasa (11/4).

Saat ini tercatat jumlah kartu Flazz BCA sebesar 10 juta kartu dengan dana mengendap sebesar Rp 200 miliar. Untuk ruas tol BCA sudah melayani di beberapa ruas seperti Cipali, Cikarang Utama, dan Purbaleunyi.

Diyah Permata, Pemimpin Unit Electronic Banking BNI mengharapkan dengan adanya interkoneksi ini transaksi TapCash bisa mengalami kenaikan cukup besar. Namun Diyah belum mau merinci detail angka terakhir untuk TapCash.

Selain bank besar, beberapa bank menengah juga mengincar transaksi u-nik seiring dengan dibukanya sistem atau interkoneksi uang elektronik ini.

Lani Darmawan , Direktur Consumer Banking CIMB Niaga mengatakan dengan adanya interkoneksi ini akan mempercepat proses pembayaran dan mengurangi kemacetan di jalan tol. “Kami harapkan sistem u-nik ini bisa dibuka bebas bagi perbankan,” ujar Lani.

Jenny Wiriyanto, Direktur Business Banking Maybank Indonesia mengaku dalam waktu dekat akan meluncurkan platform uang elektronik baik yang berbasis server maupun chips.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×