kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

BNI Gas Pol Kredit UMKM Non-KUR, Bidik Pertumbuhan Sehat Dua Digit


Selasa, 13 Januari 2026 / 17:46 WIB
BNI Gas Pol Kredit UMKM Non-KUR, Bidik Pertumbuhan Sehat Dua Digit
ILUSTRASI. T Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memperkuat perannya dalam mendorong pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)  (KONTAN/Hendra Suhara)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memperkuat perannya dalam mendorong pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah dinamika ekonomi global yang masih menantang. Sepanjang 2025, kinerja kredit UMKM BNI tetap terjaga dengan pertumbuhan yang solid, khususnya pada segmen non-KUR.

Muhammad Iqbal, Direktur Commercial Banking BNI, mengatakan hingga September 2025, kredit UMKM non-KUR BNI tercatat tumbuh dua digit secara tahunan (year on year/YoY). Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan dan kualitas aset.

"Pertumbuhan kredit UMKM BNI ditopang oleh penguatan proses pembiayaan berbasis data melalui credit scoring UMKM, fokus pada sektor-sektor produktif, serta dukungan terhadap berbagai program pemerintah," ungkap Iqbal kepada kontan.co.id, Selasa (13/1/2026).

Selain itu, BNI juga mengembangkan pembiayaan berbasis ekosistem atau value chain dengan melibatkan nasabah korporasi guna memperluas akses pembiayaan UMKM yang terintegrasi dalam rantai pasok.

Baca Juga: BNI Catatkan Kontribusi Penjualan SBN lebih Rp10 Triliun pada 2025

Iqbal menyebut, program BNI Xpora turut menjadi katalis dalam mendorong UMKM berorientasi ekspor untuk naik kelas dan memperluas jangkauan pasar global. Melalui program tersebut, UMKM didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat daya saing.

Memasuki 2026, BNI memandang prospek penyaluran kredit UMKM tetap positif. Berbagai kebijakan dan insentif pemerintah dinilai akan membuka ruang pertumbuhan yang lebih luas, terutama bagi segmen usaha kecil dan menengah yang terhubung dengan sektor perdagangan serta industri padat karya.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, BNI menargetkan pertumbuhan kredit UMKM tetap berada di kisaran dua digit yang sehat dan berkelanjutan pada 2026.

Meski demikian, BNI mencermati sejumlah tantangan ke depan, antara lain ketahanan arus kas di sektor-sektor tertentu, volatilitas harga, serta tingkat literasi keuangan dan digital yang belum merata.

Baca Juga: BNI Beri Relaksasi Kredit bagi Korban Bencana di Tiga Provinsi

"Untuk mengantisipasi hal tersebut, perseroan memperkuat pendampingan usaha, edukasi keuangan, serta menyediakan solusi pembiayaan yang lebih adaptif sesuai kebutuhan pelaku UMKM," katanya.

Dari sisi strategi, BNI mengintegrasikan digitalisasi proses pembiayaan, penguatan pembiayaan berbasis ekosistem, optimalisasi platform BNIdirect, serta transformasi outlet menjadi pusat layanan UMKM.

Kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan juga terus diperkuat guna memastikan pembiayaan UMKM tersalurkan secara inklusif dan tepat sasaran.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, BNI optimistis dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam pemberdayaan UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih merata dan berkelanjutan.

Selanjutnya: Resmi! Pemerintah Tetapkan Margin Fee Bulog 7% Demi Stabilitas Beras Nasional

Menarik Dibaca: Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 9-15 Januari 2026, Detergent Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×